Wamenhaj Buka Gagasan Petugas Haji Libatkan Masyarakat Non-Muslim

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat lintas agama dalam mendukung pelayanan Jamaah haji Indonesia.

Wamenhaj Buka Gagasan Petugas Haji Libatkan Masyarakat Non-Muslim (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat lintas agama dalam mendukung pelayanan Jamaah haji Indonesia. Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu upaya memperkuat toleransi dan gotong royong dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Dahnil mengatakan, keberagaman masyarakat Indonesia dapat menjadi kekuatan dalam mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk pelayanan Jamaah haji. Menurutnya, dukungan terhadap pelayanan Jamaah tidak terbatas pada umat Islam, tetapi juga dapat melibatkan masyarakat dari latar belakang agama lain sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:
Kemenhaj Umumkan Daftar Jamaah yang Masuk Kuota Haji 1448 H/2027 M

“Fokus kita adalah memastikan Jamaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya,” ujar Dahnil dalam keterangannya, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Dia menjelaskan, pelibatan masyarakat lintas agama merupakan salah satu cara untuk menerapkan nilai toleransi melalui kerja sama nyata. Menurutnya, sikap saling menghormati perlu diiringi dengan kesempatan berkontribusi dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Baca Juga:
Bertemu BPKH, Sugiono Minta Optimalisasi Tata Kelola dan Pengelolaan Keuangan Haji

Dalam penyelenggaraan haji, gagasan tersebut diarahkan untuk membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang dalam mendukung pelayanan kepada Jamaah. Dengan demikian, penyelenggaraan ibadah haji juga dapat mencerminkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Dahnil mencontohkan Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah dengan masyarakat yang beragam. Dia mengaku telah meminta jajaran terkait untuk mendorong keterlibatan kelompok agama lain, termasuk Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu, dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji di wilayah tersebut.

“Ini menjadi salah satu upaya menghadirkan simbol toleransi, tidak hanya di Sulawesi Utara, tetapi juga di seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut Dahnil, meskipun ibadah haji merupakan ibadah umat Islam, dukungan terhadap pelayanan Jamaah dapat menjadi bentuk kontribusi kemanusiaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Dia berharap gagasan tersebut dapat memperkuat hubungan antarkelompok sekaligus meningkatkan rasa kebersamaan dalam mendukung pelayanan publik.

Melalui gagasan ini, Kementerian Haji dan Umrah mendorong penyelenggaraan haji yang tidak hanya berfokus pada kualitas pelayanan ibadah, tetapi juga mencerminkan nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong. Namun, bentuk keterlibatan masyarakat lintas agama dalam tugas pelayanan haji tetap perlu disesuaikan dengan fungsi, persyaratan, dan ketentuan yang berlaku.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pasar Kripto Tertekan, COIN Catat Rugi Rp40,78 Miliar hingga Kuartal III
• 15 jam lalu
0
thumb
Persaingan Sengit HYDROPLUS Sirnas B Bali 2026 Memasuki Babak Semifinal
• 22 jam lalu
0
thumb
Polisi Naikan Status Penyidikan Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto
• 21 jam lalu
0
thumb
Pasha Curhat Soal Celana Melorot di Konser 3 Dekade Ungu
• 5 jam lalu
0
thumb
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 31 Oktober 2026
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.