Kemenperin Turunkan Tim ke Karawang untuk Selidiki Insiden Paparan Gas di Pindo Deli

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) buka suara soal insiden paparan gas di area PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (29/10).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan, Kemenperin akan menerjunkan tim ke lapangan. Tujuannya untuk memastikan penanganan insiden berjalan optimal dan juga mengevaluasi penerapan standar keselamatan industri agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami menyampaikan keprihatinan atas insiden pelepasan gas di PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2, Karawang, yang berdampak pada masyarakat sekitar. Keselamatan dan kesehatan masyarakat serta para pekerja menjadi prioritas utama kami. Kementerian Perindustrian akan menerjunkan tim ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik," kata Putu dalam keterangannya, Sabtu (31/10).

Putu menuturkan Kemenperin juga telah berkomunikasi dengan perusahaan, termasuk memastikan penanganan dilakukan dengan baik. Sebelumnya kejadian ini membuat puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dilarikan ke rumah sakit. Di RS Rosela Karawang Barat, tercatat sebanyak 44 warga menjalani perawatan.

“Kami juga telah berkomunikasi langsung dengan pihak perusahaan agar langkah penanganan dilakukan secara cepat, baik pelayanan medis bagi warga dan pekerja yang terdampak maupun penanganan teknis untuk mengendalikan sumber masalah di lokasi," jelas Putu.

Putu menjelaskan kejadian ini diduga bermula saat air hujan mengenai material yang berada di area persiapan pengiriman menimbulkan reaksi kimia. Asap kemudian muncul dengan gas berbau menyengat yang pertama kali dilaporkan sekitar pukul 04.52 WIB. Saat itu terjadi hujan dan angin kencang di area sekitar pabrik.

Putu menyebut perusahaan kemudian melakukan penanganan sejak pukul 04.55 WIB dengan menurunkan tim tanggap darurat. Salah satu upayanya adalah mengendalikan penyebaran gas dan menangani sumber reaksi kimia untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Dia juga memastikan warga terdampak gas telah ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan area pabrik juga telah dilakukan pengamanan dan kondisi di lokasi kejadian telah berhasil dikendalikan.

Meski demikian, Putu menyebut Kemenperin tetap melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh dampak insiden ditangani secara tuntas.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, saat ini keadaan sudah tertangani dan situasi di lokasi telah terkendali. Kami terus memantau perkembangannya serta memastikan perusahaan memenuhi tanggung jawabnya terhadap masyarakat dan pekerja yang terdampak," ujarnya.

Selain itu, lanjut Putu, Kemenperin juga akan menggelar inspeksi lanjutan untuk mengetahui penyebab insiden dan mengevaluasi penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perusahaan. Fokusnya pada sumber reaksi kimia, prosedur penyimpanan dan penanganan bahan kimia.

"Hasil pemeriksaan ini harus ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang konkret agar kejadian serupa tidak terulang. Kami menegaskan bahwa kegiatan industri harus berjalan dengan mengutamakan keselamatan pekerja, perlindungan masyarakat, dan keamanan lingkungan,” jelas Putu.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mati Mesin di Selat Malaka, 3 Nelayan Deli Serdang Selamat Dievakuasi KRI Torani-860
• 16 jam lalu
0
thumb
Legenda Thailand Prediksi Timnas Indonesia Bisa Lolos ke Piala Dunia 2030
• 5 jam lalu
0
thumb
Elektabilitas Demokrat Jatim Naik, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Dinasti
• 19 jam lalu
0
thumb
BGN Targetkan 10 Ribu Dapur MBG Terapkan Sistem Prasmanan hingga Akhir 2026
• 14 jam lalu
0
thumb
Tak Diketahui Istri Sah, Ini Cara Bagus Hilangkan Jejak Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.