Wamenhaj Buka Peluang Non-Muslim Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
Wamenhaj Buka Peluang Non-Muslim Jadi Petugas Haji, Ini AlasannyaNasional | okezone | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:10Dengarkan Berita

JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat lintas agama dalam mendukung pelayanan jemaah haji Indonesia. Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat toleransi, kebinekaan, dan semangat gotong royong dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Dahnil mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang majemuk. Keberagaman tersebut dinilai sebagai kekuatan bangsa yang perlu tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pelayanan publik.

Menurutnya, pelayanan kepada jemaah haji tidak hanya dapat didukung oleh umat Islam, tetapi juga masyarakat dari berbagai latar belakang agama melalui semangat kemanusiaan dan persaudaraan.

"Fokus kita adalah memastikan jemaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya," ujar Dahnil, Sabtu (31/10/2026).

Baca Juga:Program Prioritas Calon Tunggal Kapolri Komjen Suyudi: Tak Boleh Ada Titipan di Polri!

Dia menjelaskan, pelibatan masyarakat lintas agama merupakan salah satu cara menghadirkan toleransi secara nyata. Menurutnya, toleransi tidak cukup diwujudkan melalui sikap saling menghormati, tetapi juga melalui kerja sama dan kontribusi bersama dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Dalam konteks penyelenggaraan haji, keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang agama diharapkan dapat mendukung pelayanan kepada jemaah sekaligus memperlihatkan bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial melampaui perbedaan keyakinan.

 

Dahnil mencontohkan Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah dengan kehidupan masyarakat yang beragam. Dia mengaku telah meminta jajaran terkait untuk mendorong keterlibatan kelompok agama lain, termasuk Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu, dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji di wilayah tersebut.

"Ini menjadi salah satu upaya menghadirkan simbol toleransi, tidak hanya di Sulawesi Utara, tetapi juga di seluruh Indonesia," katanya.

Baca Juga:Prabowo Resmikan Renovasi Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Menurut Dahnil, gagasan tersebut juga membawa pesan bahwa penyelenggaraan haji merupakan bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Meski haji merupakan ibadah umat Islam, dukungan terhadap pelayanan jemaah dapat menjadi bentuk kepedulian kemanusiaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

"Pelibatan masyarakat lintas agama diharapkan dapat memperkuat hubungan antarkelompok masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap penyelenggaraan pelayanan publik," paparnya.

Dia berharap gagasan tersebut dapat menunjukkan bahwa keberagaman bukan penghalang bagi masyarakat Indonesia untuk bekerja sama dan memberikan kontribusi bagi kepentingan bangsa.

Melalui gagasan ini, Kementerian Haji dan Umrah ingin mendorong penyelenggaraan haji yang tidak hanya berorientasi pada kualitas pelayanan ibadah, tetapi juga mencerminkan nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong sebagai karakter bangsa Indonesia.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
MA dan MK Terbukti Selaras, Denny Indrayana: Pilihan Gibran Hanya Satu, Mundur
• 12 jam lalu
0
thumb
Apresiasi dari Pemerintah Langsung Cair, Atlet Diharapkan Lebih Bijak Manfaatkan Bonus
• 20 jam lalu
0
thumb
Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Perbankan
• 4 jam lalu
0
thumb
Santriwati Diduga Alami Trauma akibat Penggerebekan Dini Hari, DPR Desak LPSK Segera Bertindak
• 10 jam lalu
0
thumb
Kejurnas Soft Tennis Piala Kapolda Sulsel Diikuti Atlet dari 15 Provinsi
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.