Cilacap Dilanda Banjir-Tanah Longsor Imbas Hujan Deras Tak Berhenti Sejak Jumat Malam

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, melaporkan hujan yang terjadi pada Jumat malam (30/10/2026) hingga Sabtu (31/10/2026) pagi memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo mengatakan hujan berintensitas sedang hingga tinggi berlangsung sejak Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB hingga Sabtu pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Baca Juga :
Antisipasi Musim Hujan, Pramono Tak Akan Pangkas Anggaran Penanganan Banjir di Jakarta
Kunjungan Wapres Gibran ke Cilacap Dinilai Strategis Buat Pembangunan Daerah, Ini Alasannya

Berdasarkan pendataan sementara, hingga Sabtu pukul 08.00 WIB, banjir menggenangi permukiman, pekarangan, sawah, serta sejumlah ruas jalan di kecamatan Maos, Kroya, dan Jeruklegi.

"Di wilayah Kecamatan Maos dan Kroya, air mulai menggenangi pekarangan, persawahan, jalan, hingga masuk ke sejumlah rumah warga," kata Taryo di Cilacap, Sabtu (31/10/2026).

Genangan di Desa Mrenek RT 01, RW 08, Kecamatan Maos, mencapai sekitar 10-20 centimeter di pekarangan dan lahan persawahan.

Sementara itu, di Desa Karangreja, Kecamatan Maos, luapan air mulai memasuki pemukiman warga, khususnya di RT 02, RW 04; serta RT 02 dan RT 03, RW 3, Dusun Krikil.

Ketinggian air di halaman rumah mencapai sekitar 50 centimeter, sedangkan di dalam rumah sekitar 20 centimeter.

"Warga di lokasi tersebut belum mengungsi, tetapi pemerintah desa mulai mempersiapkan dapur umum di Balai Desa Karangreja untuk mengantisipasi perkembangan kondisi banjir," kata Taryo.

Genangan juga terjadi di Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, tepatnya di sekitar Masjid Istiqomah dan di kawasan pertokoan Kota Baru di Dusun Pecangakan, dengan ketinggian air di lokasi tersebut sekitar 20 centimeter.

Selain itu, di RT 24, RW 2 Dusun Karangchengsi, Desa Sikampuh, Kecamatan Kroya, air menggenangi pekarangan dan mulai memasuki rumah warga dengan ketinggian sekitar 10-20 centimeter.

"Kami juga meminta bantuan alat berat untuk menyingkirkan sumbatan eceng gondok di anak Sungai Silunjar, tepatnya di Jalan Sikampuh-Bejen RT 34, RW 3, Kompleks Embung Baru. Sumbatan tersebut dikhawatirkan menghambat aliran air dan berpotensi memperparah banjir," katanya.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Jeruklegi, banjir dilaporkan terjadi di Desa Cilibang yang merendam lapangan desa dan menyebabkan limpasan air ke ruas jalan raya Jeruklegi-Wangon. Jalan tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca Juga :
Banjir dan Longsor Terjang Aceh Selatan, 4 Desa Terendam, Jalan Nasional Terdampak
DEN Wanti-Wanti Prabowo soal El Nino dan La Nina, Ini Dampaknya bagi Pangan Indonesia
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Aceh, Jalan Nasional hingga Lahan Pertanian Terdampak

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mendukbangga: Perbaikan Negara Harus Dimulai dari Keluarga, Tugas Saya Mengubah Perilaku
• 18 jam lalu
0
thumb
KBRI Paris dan Berlin Imbau WNI Waspada Demo 31 Oktober, Hindari Titik Massa
• 13 jam lalu
0
thumb
Maling Bobol Kontrakan Warga di Tangsel, Logam Mulia Raib
• 16 jam lalu
0
thumb
Empat WNA Selamat dari Kebakaran Kapal di Nusa Penida 
• 9 jam lalu
0
thumb
Timnas Malaysia Didesak Segera Cari Pelatih Asing, Bisa Jadi Senjata Psikologis Bikin Lawan Ciut Nyali
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.