Tanggul Sungai Cikalintu Jebol, 114 Warga Bandung Terdampak

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bandung: Sebanyak 114 warga yang berasal dari 34 rumah terdampak akibat jebolnya tanggul di aliran Sungai Cikalintu, RW 01, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan laporan kejadian diterima sekitar pukul 19.00 WIB berdasarkan informasi petugas di lapangan.

"Kalau dari laporan teman-teman, kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB. Kami menerima laporan pada waktu tersebut," kata Didi di Cipaganti Bandung, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Berdasarkan pendataan sementara, dua rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan satu rumah lainnya rusak ringan. Secara keseluruhan, terdapat 34 rumah yang terdampak dengan jumlah warga mencapai 114 jiwa.

Didi menjelaskan penanganan warga telah melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Dinas Sosial juga telah mendatangi lokasi dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. BPBD bersama instansi terkait masih mendata kebutuhan warga, termasuk kemungkinan pemberian bantuan untuk memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan.

"Kami hari ini mau memastikan kembali apa yang kurang, termasuk opsi untuk perbaikan rumah yang rusak. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), apakah memungkinkan," ujar Didi.

Apabila bantuan perbaikan rumah tidak dapat disediakan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), BPBD akan mengupayakan dukungan dari lembaga filantropi. Adapun penanganan kerusakan tanggul atau turap akan dikoordinasikan dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung.
 

Baca Juga :

Banjir dan Longsor Terjang Banyumas


Didi menyebut penguatan tebing menggunakan dinding penahan sementara menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk penanganan awal. Upaya tersebut diperlukan sebagai antisipasi terhadap potensi kerusakan lanjutan.

"Paling memungkinkan saat ini adalah melakukan penguatan tebing dengan membuat dinding penahan sementara. Itu yang bisa dilakukan sebagai langkah antisipasi sementara," ungkap Didi.

Selain perbaikan fisik tanggul, BPBD Kota Bandung menyoroti persoalan belum adanya sistem pengalihan aliran air dari kawasan hulu. Menurut Didi, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena aliran air dari bagian atas dapat terus memberikan tekanan terhadap kawasan sekitar sungai, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Ia mengatakan persoalan pengalihan aliran air dari hulu telah berlangsung sejak lama. Karena itu, penanganan tanggul yang jebol perlu disertai perhatian terhadap pengelolaan aliran air dari bagian atas.


Banjir terlihat di Jalan Raya Kopo, Kota Bandung. (MGN/Roni Halim)
 

"Memang dari dulu permasalahannya adalah tidak ada pengalihan air di atasnya, di hulunya. Itu mungkin yang harus kita pikirkan," kata Didi.

Didi menjelaskan perbaikan dinding tanggul menjadi kewenangan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga. Namun, upaya tersebut perlu diikuti langkah untuk mengantisipasi peningkatan debit air yang mengalir dari hulu.

Potensi hujan susulan juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kerusakan di sekitar tanggul. Sementara itu, pengurangan debit air dari bagian hulu dinilai belum dapat dilakukan secara optimal dalam waktu dekat.

"Untuk melakukan pengurangan debit dari atas sangat minim. Paling di sini penguatan tebing saja, dinding sementara. Paling itu yang bisa dilakukan," ujar Didi.

Dengan kondisi tersebut, penguatan tebing melalui pemasangan dinding penahan sementara menjadi opsi penanganan jangka pendek. BPBD Kota Bandung juga akan melanjutkan koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk menangani kerusakan tanggul dan memenuhi kebutuhan warga terdampak.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pramono Matangkan Usulan 76 Taman Jakarta Buka 24 Jam
• 11 jam lalu
0
thumb
Andre Rosiade Fasilitasi Pengobatan Putri yang 10 Tahun Koma ke RSUP
• 13 jam lalu
0
thumb
Bukan Emas, Ini Raja Tambang Dunia! Produksinya Tembus 2,6 Miliar Ton
• 18 jam lalu
0
thumb
Padahal Akan Tunjukkan Ijazah, Kubu Gibran Kecewa Denny Indrayana Mendadak Cabut Gugatan di PTUN
• 5 jam lalu
0
thumb
Pertama dalam Sejarah, Paus Leo XIV Gunakan Hak Pilih dalam Pemilu Paruh Waktu AS
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.