Prabowo: Kalau Kita Tak Belajar Sejarah, Kita Akan Ulangi Kesalahan Pemimpin Terdahulu

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Cimahi, VIVA - Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda Indonesia untuk tidak malas mempelajari sejarah sehingga bangsa Indonesia tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti para pendahulu.

"Anak-anakku, belajarlah sejarah. Saya juga sudah bicara tentang kelemahan bangsa Indonesia. Pemimpin-pemimpinnya lupa sejarah. Bahkan ada pemimpin-pemimpin yang malas belajar sejarah. Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah," kata Presiden Prabowo dipantau melalui YouTube Sekretariat Presiden, saat peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Baca Juga :
Teddy Indra Wijaya Pimpin Daftar Pejabat Berkinerja Terbaik, Amran Sulaiman Menyusul
Tindak Lanjut Arahan Prabowo, Danantara Genjot Penyederhanaan Anak Usaha BUMN

Presiden Prabowo mengatakan perkembangan teknologi dapat terus berubah, tetapi sifat dasar manusia cenderung tidak berubah.

Karena itu, mempelajari sejarah menjadi penting untuk memahami kesalahan masa lalu dan mengambil pelajaran agar tidak terulang pada masa depan.

"Jadi kalau kita tidak belajar sejarah, kita akan mengulangi kesalahan-kesalahan sejarah. kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pendahulu kita," ujarnya.

Kepala Negara menyampaikan salah satu pelajaran paling menyakitkan dalam sejarah Indonesia adalah pengalaman dijajah oleh bangsa lain.

Menurutnya, perpecahan di antara masyarakat dan para pemimpin menjadi salah satu faktor yang membuat penjajahan dapat terjadi.

Dia mencontohkan, pada masa lalu, terdapat penguasa yang memilih bekerja sama dengan pihak asing daripada menjalin kerja sama dengan saudara sebangsa sendiri.

Presiden Prabowo menilai pengalaman tersebut harus menjadi pengingat bagi bangsa Indonesia agar senantiasa menjaga persatuan dan tidak mudah diadu domba oleh pihak lain.

Menurutnya, strategi divide et impera atau politik pecah belah yang diterapkan penjajah merupakan salah satu pelajaran penting yang perlu dipahami generasi muda.

"Itu sejarah kita. Itu yang harus kita belajar. Kelompok penjajah ratusan tahun, ribuan tahun mereka punya ajaran devide at Impera. Pecah belah, pecah belah. Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita," tegas Presiden Prabowo.

Meski demikian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa para pendahulu bangsa juga memiliki banyak keunggulan dan pencapaian yang patut dihargai.

Namun, generasi penerus tetap perlu memahami kekurangan dan kesalahan yang pernah terjadi sebagai bahan pembelajaran untuk membangun Indonesia yang lebih kuat. (Ant)

Baca Juga :
Prabowo Gratiskan Pendidikan bagi Seluruh Siswa SMA Taruna Nusantara
Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Tembus 57,4 Persen, Hankam Jadi Sektor Paling Memuaskan
Elektabilitas Gibran Melejit, Jokowi: Potret Pendapat Masyarakat

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cetak Rekor, Laba Bersih TIMAH (TINS) Melesat 584 Persen hingga September 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
Pembunuh Wanita Tewas dalam Karung di Boven Digoel Ditangkap, Pelakunya Pacar Korban
• 12 jam lalu
0
thumb
Indonesia jadi tuan rumah APSMI 2026, perkuat akses swamedikasi
• 7 jam lalu
0
thumb
1.410 Hektare Lahan Terbakar, BNPB Kini Fokus Tangani Karhutla di Sulawesi-Papua
• 40 menit lalu
0
thumb
Terbongkar di Sidang! 36 Ribu Bibit Nanas Busuk, Proposal Bantuan Diduga Dimundurkan
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.