Grid.ID - Berikut profil Ayudiah Rivana Tridiandinita, atlet silat Semarang yang meninggal usai operasi jari. Sosoknya ternyata punya segudang prestasi.
Kabar duka menyelimuti dunia pencak silat Indonesia. Atlet muda asal Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita, meninggal dunia setelah menjalani operasi jari, pada Rabu (28/10/2026).
Profil Ayudiah Rivana Tridiandinita
Melansir dari Tribunnews.com, Ayudiah lahir pada 14 Agustus 2007. Ia mengembuskan napas terakhirnya di usia 19 tahun setelah sebelumnya menjalani tindakan operasi pada bagian jari.
Ketertarikan Ayudiah terhadap olahraga pencak silat telah muncul sejak dirinya masih kecil. Kemampuan yang dimilikinya terbukti melalui berbagai pencapaian yang berhasil diraih sejak duduk di bangku sekolah.
Berdasarkan unggahan di akun Facebook pribadi Yovan Satriyo, ayah sekaligus pelatih Ayudiah di Pusat Pelatihan Atlet dan Pembinaan Prestasi Perguruan Silat Naga Hitam Indonesia Provinsi Jawa Tengah, putrinya sudah aktif mengikuti sejumlah kompetisi sejak bersekolah di SMP Negeri 26 Semarang.
Pada 9-11 September 2022, Ayudiah sukses meraih peringkat pertama dalam kategori Tanding Kelas E Putri Pra Remaja pada ajang Semarang Pencak Silat Open Championship (SPOC) tingkat nasional. Kompetisi yang diselenggarakan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Semarang tersebut berlangsung di Gelora USM Semarang dan diikuti oleh peserta dari berbagai rentang usia.
Capaian membanggakan lainnya kembali diraih pada 28-29 Januari 2023. Kali ini, Ayudiah berhasil membawa pulang medali emas dari kejuaraan Pencak Silat Grobogan Open 1. Memasuki tahun 2024, prestasi Ayudiah semakin gemilang.
Dalam Kejuaraan Lawang Sewu Championship yang berlangsung pada 17-19 Mei 2024, ia berhasil menyandang gelar Pesilat Terbaik Putri Dewasa.
Prestasinya tidak berhenti sampai di situ. Pada Kejuaraan Pencak Silat Satria Sakti Cup 2024 di Purworejo, yang digelar pada 9-11 Agustus 2024, Ayudiah kembali memborong dua gelar juara. Ia meraih Juara I Remaja Tanding Pemasalan sekaligus Juara I Remaja Tanding Prestasi.
Ketika menempuh pendidikan di SMK Negeri 11 Semarang, Ayudiah tetap menunjukkan kemampuannya dengan menorehkan prestasi di kompetisi tingkat nasional.
Baca Juga: Profil Alvin Tedjo, Politisi Asal Padang yang Jadi Wali Kota di Kanada, Rekam Jejaknya Jadi Sorotan
Pada 2025, ia berhasil menjadi juara pertama dalam ajang Pencak Silat Championship tingkat nasional untuk kategori laga kelas A putri dewasa. Berbagai pencapaian tersebut akhirnya membuka kesempatan bagi Ayudiah untuk mewakili Kota Semarang dalam ajang Porprov Jawa Tengah XXVII 2026.
Usai membahas profil Ayudiah Rivana Tridiandinita, atlet silat Semarang itu meninggal usai operasi jari.
Koordinator Pelatih Pencak Silat Porprov Kota Semarang, Nurfaqih, membenarkan kabar meninggalnya Ayudiah. Ia menerangkan bahwa cedera yang dialami atlet tersebut bermula ketika bertanding di babak perempat final menghadapi pesilat dari kontingen Kabupaten Batang pada Senin (26/10/2026).
Dalam laga tersebut, jari tengah tangan Ayudiah terkena tendangan keras dari lawannya. Akibat benturan itu, ia mengalami luka terbuka yang disertai pendarahan pada bagian ruas jari.
"Jarinya terkena tendangan, kemudian berdarah. Ternyata, ruas-ruas jari tengahnya mengalami cedera dan tulangnya bergeser. Ketika dirontgen juga tidak ada patah, hanya bergeser (dislokasi)," ujar Nurfaqih saat dihubungi, Rabu (28/10/2026), dikutip dari Kompas.com.
Untuk memperoleh perawatan medis lebih lanjut, Ayudiah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Primaya. Ia kemudian dijadwalkan menjalani operasi pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Nurfaqih menyebutkan bahwa tindakan medis tersebut berlangsung dengan baik dan tidak menemui kendala berarti. Bahkan, keluarga sempat menyampaikan kabar bahwa kondisi Ayudiah menunjukkan perkembangan positif setelah operasi.
Sebelum menjalani prosedur operasi, almarhumah juga diketahui memiliki kondisi kesehatan yang prima dan tidak mempunyai riwayat penyakit kronis.
"Setelah dioperasi, operasinya berjalan lancar dan tidak ada masalah. Orang tuanya pada jam 19.30 WIB juga sempat menyampaikan bahwa semuanya sudah selesai dan tidak ada masalah. Sebelumnya sehat-sehat saja, tidak memiliki penyakit bawaan juga," ungkap Nurfaqih.
Namun, kabar mengejutkan sekaligus duka mendalam datang pada Rabu (28/10/2026) pagi. Orang tua Ayudiah mengabarkan bahwa sang putri telah mengembuskan napas terakhirnya.
"Pagi-pagi bapaknya mengabari kalau dia sudah tidak ada," tutur Nurfaqih dengan nada berat.
Baca Juga: Profil Ahmad Assegaf, Mantan Suami Tasya Farasya yang Diduga Korupsi Anggaran Pembangunan Rumah, Terkuak Profesinya
Terkait penyebab meninggalnya Ayudiah setelah menjalani operasi dislokasi jari, pihak pelatih dan kontingen belum bisa memberikan penjelasan secara lengkap. Mereka masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.
"Penyebabnya belum tahu secara pasti, masih ditelusuri," tegasnya.
Kepergian Ayudiah meninggalkan kesedihan mendalam di tengah perjuangan tim pencak silat Kota Semarang dalam kompetisi Porprov Jateng 2026. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 atlet pencak silat asal Kota Semarang masih harus meneruskan pertandingan di babak semifinal kategori tanding yang digelar di GOR Unimus. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)