Laba Vale Melonjak 183% hingga September, Apa Penopangn

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 147 juta sepanjang Januari-September 2026. Kinerja ini melonjak 183% atau hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 52 juta.

“Ini mencerminkan kinerja operasional yang lebih kuat serta fundamental bisnis yang semakin solid,” demikian keterangan resmi  perusahaan, dikutip Jumat (30/10).

Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar US$ 43 juta selama kuartal III 2026 Capaian ini diperoleh di tengah harga nikel yang lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.

Vale mencatatkan produksi nikel matte sebesar 18.341 metrik ton pada kuartal III 2026. Produksi tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sejumlah 16.153 metrik ton.

Total produksi nikel matte mencapai 48.114 metrik ton sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 54.975 metrik ton.

Dari sisi penjualan, Vale Indonesia mencatatkan pengiriman nikel matte sebesar 20.158 ton pada kuartal III 2026. Volume tersebut meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 13.932 ton.

Selain nikel matte, perusahaan juga memperluas sumber pendapatan melalui penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa. Blok Bahodopi mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 415.000 wet metric tons (wmt) pada kuartal III 2026. Dengan demikian, total penjualan bijih nikel dari blok tersebut mencapai 2.375.759 wmt sepanjang Januari-September 2026.

Blok Pomalaa membukukan penjualan bijih nikel sebesar 1.314.358 wmt pada kuartal III 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 495.601 wmt, sehingga total penjualan sepanjang sembilan bulan pertama 2026 mencapai 1.898.943 wmt.

Dari sisi harga, Vale Indonesia mencatatkan rata-rata harga realisasi nikel matte sebesar US$ 14.053 per ton pada kuartal III 2026. Harga tersebut menurun dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar US$14.765 per ton.

Kondisi tersebut turut memengaruhi kinerja pendapatan perseroan. Vale Indonesia membukukan pendapatan sebesar US$ 353 juta pada kuartal III 2026, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar US$ 290 juta.

Secara kumulatif, pendapatan perseroan mencapai US$ 896 juta sepanjang Januari-September 2026, naik 27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kenaikan ini terutama didukung oleh volume pengiriman nikel matte yang lebih tinggi, serta kontribusi yang terus bertumbuh dari penjualan bijih nikel di operasi Bahodopi dan Pomalaa,” tulis rilis pers Vale.

Dari sisi biaya operasional, Vale Indonesia mencatatkan biaya tunai penjualan atau unit cash cost of sales nikel matte sebesar US$10.404 per ton pada kuartal III 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar US$10.005 per ton.

Perseroan juga merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$95 juta selama kuartal III 2026. Belanja modal tersebut digunakan untuk mendukung keberlangsungan operasional sekaligus mempercepat pengembangan proyek-proyek strategis.

Dari sisi likuiditas, Vale Indonesia mencatatkan kas dan setara kas sebesar US$247 juta per 30 September 2026. Posisi tersebut meningkat dibandingkan akhir Juni 2026 sebesar US$111 juta.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Usul Cabut Izin Korporasi yang Diduga Terlibat Karhutla
• 12 jam lalu
0
thumb
Komisi 8 persen tekan laba Gojek, GoTo cetak laba bersih di kuartal 3
• 10 jam lalu
0
thumb
BRI Dukung Penyaluran Bonus Rp158 Miliar bagi Peraih Medali Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5
• 7 jam lalu
0
thumb
Tetangga Dekat RI Wajibkan Negara Kuasai Minimal 65% Saham Bank Besar
• 21 jam lalu
0
thumb
Ruben Onsu Ikhlas Tak Dapatkan Hak Asuh Anak, Asal Sarwendah Penuhi Syarat Ini
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.