Indonesia Latih 42 Petugas Damkar dari 6 Negara, Perkuat Kerja Sama Kawasan Pasifik

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Indonesia Latih 42 Petugas Damkar dari 6 Negara, Perkuat Kerja Sama Kawasan PasifikNasional | okezone | Jum'at, 30 Oktober 2026 - 21:57

JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar pelatihan internasional pemadam kebakaran dan penyelamatan FIRESAFE 2026 yang diikuti 42 peserta dari enam negara, yakni Fiji, Timor-Leste, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Federasi Mikronesia, dan Papua Nugini.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, mengatakan bahwa pertumbuhan perkotaan, perkembangan infrastruktur, dan perubahan iklim telah meningkatkan kompleksitas risiko kebakaran. Kondisi tersebut menuntut penguatan kapasitas petugas, sistem pencegahan, serta kesiapsiagaan masyarakat.

“Perkembangan pembangunan harus diikuti dengan penguatan perlindungan keselamatan masyarakat. Melalui FIRESAFE 2026, kita ingin memperkuat kompetensi petugas sekaligus membangun kerja sama antarnegara dalam menghadapi berbagai risiko kebakaran dan kedaruratan,” ujar Safrizal, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga:Kasus Flu di Cirebon Melonjak, RSUD Gunung Jati Tambah Area Rawat Inap

Sepanjang 2025, Indonesia mencatat 20.931 kejadian kebakaran dan 122.071 operasi penyelamatan. Dari jumlah kebakaran tersebut, sebanyak 7.570 kejadian berkaitan dengan korsleting listrik, 4.827 akibat kelalaian manusia, dan 2.309 melibatkan peralatan memasak serta tabung gas.

Menurutnya, data tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pencegahan berbasis masyarakat, di samping peningkatan profesionalisme petugas dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk pencapaian waktu tanggap (response time) penanganan kebakaran selama 15 menit.

Indonesia juga terus memperkuat partisipasi masyarakat melalui Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), yang jumlahnya meningkat dari 37.837 orang pada 2023 menjadi 82.675 orang pada akhir 2025.

Safrizal menjelaskan, FIRESAFE 2026 merupakan penyelenggaraan perdana yang menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik antarnegara. Rangkaian pelatihan mencakup pembelajaran di kelas, observasi lapangan, demonstrasi, serta simulasi penanganan kedaruratan.

“Indonesia tidak hanya ingin berbagi pengalaman, tetapi juga belajar dari inovasi negara-negara mitra. Harapannya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan untuk memperkuat pelayanan pemadam kebakaran dan penyelamatan di negara masing-masing,” pungkas Safrizal.

Baca Juga:Profil Mayjen TNI Putra Widiastawa, Lulusan Akmil 1995 Kini Jabat Inspektur Kopassus

Melalui FIRESAFE 2026, Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama pembangunan internasional sekaligus mendorong terciptanya layanan keselamatan kebakaran dan penyelamatan yang lebih profesional, tangguh, dan responsif di kawasan Pasifik.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
SMA Taruna Nusantara Kini Hadir di Enam Lokasi, Seluruh Siswa Gratis Biaya Pendidikan
• 3 jam lalu
0
thumb
KPK Buka Suara soal Nama Menteri "RAMA" di Dakwaan Silmy Karim
• 8 jam lalu
0
thumb
CEO Indodax Akui Ada Serangan Hacker, Pastikan Data dan Aset Digital Nasabah Tidak Dicuri
• 4 jam lalu
0
thumb
KPK Ungkap Perkara Cukai PT Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Triliunan Rupiah
• 23 jam lalu
0
thumb
Suahasil Ungkap Belanja Negara Bengkak Rp 300 T, Ini Cara Mengakalinya
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.