Berdayakan Masyarakat Papua, Billy Mambrasar Raih TOYP Indonesia

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Gracia Josaphat Jobel Mambrasar atau Billy Mambrasar menjadi putra asli Papua pertama yang meraih penghargaan The Outstanding Young Persons (TOYP) Indonesia 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas pencapaian pribadi serta kontribusinya dalam memperluas akses pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di Papua.

Billy menjadi salah satu dari 10 penerima penghargaan nasional yang diselenggarakan Junior Chamber International (JCI). Billy menerima penghargaan dalam kategori Personal Improvement and/or Accomplishment bersama sejumlah penerima lainnya, antara lain Ferry Irwandi, Jerhemi Owen, Carina Joe, dan Johan Nurlela.

Baca Juga
  • MIND ID Jadikan Pemberdayaan UMK sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
  • UMS-Kementerian KKP Jalin Kerja Sama Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
  • Kisah Irwansyah, Pemuda Dompu Raih Pemuda Pelopor NTB Lewat Pemberdayaan Desa

JCI merupakan organisasi internasional yang memiliki sejarah kerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk hubungan dengan UNICEF dan status konsultatif pada Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC). Program TOYP diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada generasi muda atas pencapaian dan kontribusi mereka bagi masyarakat.

Dalam sejarah program penghargaan JCI di berbagai negara, sejumlah tokoh dunia pernah tercatat sebagai penerima penghargaan serupa. Mereka antara lain mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan John F. Kennedy, aktris Michelle Yeoh, penerima Nobel Perdamaian Henry Kissinger, serta aktor Jackie Chan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Billy mengatakan penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi generasi muda Papua untuk terus mengembangkan potensi tanpa dibatasi latar belakang ekonomi maupun daerah asal.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk anak-anak Papua dan seluruh anak Indonesia yang sedang berjuang di tengah keterbatasan. Saya berharap mereka melihat bahwa tempat kita dilahirkan dan keadaan ekonomi keluarga tidak harus membatasi sejauh mana kita dapat belajar, berkarya, dan mengabdi,” kata Billy dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Billy berasal dari keluarga sederhana di Kepulauan Yapen, Papua. Perjalanan pendidikannya membawa Billy menempuh studi di Institut Teknologi Bandung, University of London, Australian National University, dan Harvard University.

Pengalaman pendidikan tersebut kemudian menjadi bekal bagi Billy untuk mengembangkan berbagai kegiatan sosial, khususnya dalam memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dan masyarakat adat Papua.

Salah satu inisiatifnya adalah mendirikan Kitong Bisa Foundation Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat adat. Yayasan tersebut disebut telah membantu membuka akses pendidikan bagi lebih dari 50 ribu pelajar masyarakat adat.

Selain pendidikan, Billy juga mendukung pengembangan lebih dari 1.000 wirausaha melalui bantuan permodalan. Kegiatan pemberdayaan tersebut mencakup pelatihan keterampilan bagi pemuda serta penguatan kapasitas pemimpin komunitas dalam menjaga lingkungan.

Billy turut mendirikan CONTAINDER, sebuah usaha sosial yang berfokus pada penanganan persoalan sampah. Inisiatif tersebut melengkapi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dijalankannya.

Di bidang pemerintahan, Billy pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia pada periode 2019–2024. Billy juga terpilih mengikuti program Obama Foundation Leaders Asia-Pacific 2025–2026.

Saat ini, Billy menjalankan kegiatan akademik sebagai dosen dan peneliti kebijakan ekonomi di Pusat Kajian Daya Saing ASEAN, Politeknik Negeri Batam.

Billy menilai pencapaian pribadi perlu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kesempatan memperoleh pendidikan, menurut Billy, harus diikuti dengan upaya membantu generasi muda lainnya mendapatkan peluang serupa.

“Kesempatan belajar yang saya peroleh harus kembali menjadi manfaat bagi masyarakat. Bagi saya, ukuran keberhasilan adalah ketika semakin banyak anak dapat melanjutkan pendidikan, semakin banyak keluarga memiliki penghidupan yang lebih baik, dan semakin banyak anak muda berani menentukan masa depannya,” ucap Billy.

Billy berharap penghargaan TOYP Indonesia 2026 dapat mendorong lebih banyak anak muda Papua untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan usaha, dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

“Saya ingin anak-anak Papua memiliki kesempatan untuk menjadi ilmuwan, pendidik, pengusaha, dan pemimpin. Penghargaan ini memberi semangat untuk terus bekerja bersama, supaya semakin banyak potensi dari Papua tumbuh dan memberi manfaat bagi Indonesia,” ujarnya.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KKP Verifikasi 1.000 Calon Kampung Nelayan Merah Putih pada 2027
• 8 jam lalu
0
thumb
Bagaimana Judol dan Pinjol Bisa Menyeret ke Lingkaran Utang hingga Kriminalitas?
• 10 jam lalu
0
thumb
Hujan Disertai Puting Beliung Rusak 80 Rumah Rusak Kuningan | BERITA UTAMA
• 1 jam lalu
0
thumb
Netanyahu Kesal Bloknya Raih 53 Kursi tetapi yang Berkuasa untuk Pemerintahan Ditentukan Partai-Partai Arab yang Punya 19 Kursi
• 7 jam lalu
0
thumb
BMKG Peringatkan Hujan 30 Oktober-5 November 2026, Ini Wilayah Siaga
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.