Dorong Hilirisasi Industri Kehutanan, Ibas: Proses Produksi Harus Diperbaiki Agar Tak Boros

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Ponorogo, VIVA - Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, mendorong penguatan hilirisasi industri kehutanan agar potensi sumber daya alam Indonesia dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ibas meninjau proses pengolahan getah pinus menjadi gondorukem dan terpentin, termasuk melihat fasilitas serta teknologi yang digunakan untuk mendukung kegiatan produksi di PGT Sukun.

Baca Juga :
Tragis! Polisi Kehutanan di Toraja Utara Tewas Tertimpa Pohon Usai Padamkan Karhutla
Hasil Tani Desa Tak Cukup Dijual Mentah, Ini Tantangan Hilirisasi Rempah RI

Menurutnya, potensi kehutanan Indonesia tidak boleh berhenti pada pemanfaatan bahan mentah. Getah pinus, misalnya, dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah yang dibutuhkan oleh beragam sektor industri, mulai dari konstruksi, infrastruktur, cat, hingga kosmetik dan farmasi.

Ia menilai gondorukem dan terpentin masih memiliki peluang pasar yang besar, baik di dalam maupun luar negeri.

"Sejumlah negara, seperti India dan Tiongkok, masih membutuhkan produk turunan getah pinus dari Indonesia. Karena itu, peningkatan kualitas dan kapasitas produksi perlu terus didorong agar industri nasional semakin kompetitif," kata Ibas, dikutip Jumat (30/10/2026).

Bagi Ibas, penguatan industri hilir bukan semata-mata tentang meningkatkan angka produksi atau ekspor, melainkan juga memastikan nilai ekonomi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi negara, pekerja, dan masyarakat sekitar.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pengembangan industri kehutanan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian hutan. Ketersediaan bahan baku menjadi faktor penting bagi keberlanjutan produksi, sehingga kegiatan penanaman, perawatan, dan rehabilitasi kawasan hutan perlu mendapatkan perhatian serius.

Ia menekankan bahwa hutan memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar sumber bahan baku industri. Hutan lindung, hutan produktif, maupun hutan wisata harus dijaga agar tetap memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat.

Ibas juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi ancaman kerusakan hutan, baik akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem maupun aktivitas manusia. Menurutnya, produktivitas industri tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.

Ia turut mendorong agar potensi lahan yang dapat dikembangkan secara produktif dikaji melalui kolaborasi dengan pihak terkait, sehingga keberlanjutan pasokan bahan baku dapat terjaga dalam jangka panjang.

Baca Juga :
Pemerintah Genjot Hilirisasi Perkebunan dari Hulu ke Hilir Guna Wujudkan Ketahanan Pangan
Pemerintah Pacu Hilirisasi Berbasis Teknologi Demi Perluas Peluang Investasi
Indonesia Perkuat Hilirisasi Mineral dan Transparansi Ekspor Komoditas, Bidik Nilai Olahan Nikel US$45 Miliar

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi
• 7 jam lalu
0
thumb
Pasar Saham Bergejolak, Kenali Strategi Value Investing untuk Investor Ritel
• 5 jam lalu
0
thumb
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Persaingan Perebutan Gelar Juara Dunia Memanas! Marc Marquez Hadapi Tekanan dari Duo Aprilia
• 21 jam lalu
0
thumb
Alasan Imam Al-Ghazali Sebut Ilmu Lebih Utama daripada Ibadah Tanpa Ilmu
• 4 jam lalu
0
thumb
Jadwal Layanan SIM Keliling Jakarta Hari Ini 30 Oktober 2026 Lengkap Lokasi Perpanjangnya
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.