Perbedaan Survei IPO dan Celios Terkait Kinerja Bahlil, Dedi Kasih Penjelasan Begini

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah angkat bicara menyikapi hasil perbedaan penilaian pihaknya dengan lembaga Celios terkait kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Dedi menyebutkan persepsi publik terhadap kinerja Bahlil masih berada dalam situasi yang baik berdasarkan hasil pengukuran IPO.

BACA JUGA: Bahlil Jadi Menteri Paling Moncer dalam Survei IPO, Ternyata Ini Rahasianya

Dia mengatakan Bahlil tercatat memperoleh tingkat kepuasan tertinggi di antara para menteri yang membidangi sektor ekonomi.

"Perbedaan dengan Celios sangat mungkin karena metodologi yang digunakan juga berbeda," kata dia kepada awak media, Jumat (30/10).

BACA JUGA: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Celios Desak Evaluasi Menteri dan Reshuffle Kabinet

Survei IPO mengungkap tingkat kepuasan terhadap kinerja Bahlil mencapai 31,1 persen berdasarkan temuan 12-20 Oktober.

Angka tersebut terpaut cukup jauh dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang memperoleh 4,5 persen dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri sebesar 2,0 persen. 

BACA JUGA: Sejumlah Lembaga Survei Sebut Elektabilitas Golkar Moncer, Efek Bahlil?

Menurut Dedi, capaian tersebut juga ditopang oleh popularitas Bahlil yang relatif tinggi di tengah masyarakat. 

Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan dan kinerja Bahlil sebagai Menteri ESDM mendapatkan perhatian serta apresiasi tersendiri dari publik

Dedi menuturkan perbedaan hasil IPO dan Celios sangat mungkin dipengaruhi pendekatan metodologi penelitian yang digunakan. 

Dia menyebutkan IPO menerapkan pengambilan sampel secara acak dan proporsional untuk memperoleh gambaran opini publik yang lebih representatif. 

Sementara itu, kata Dedi, pendekatan Celios menggunakan sampling purposif, yakni pemilihan responden berdasarkan kriteria dan pertimbangan tertentu yang ditetapkan peneliti.

Dia melanjutkan perbedaan pendekatan dua lembaga memungkinkan ada gambaran persepsi yang tidak sama.

"IPO menggunakan pengambilan sampel secara acak dan proporsional, sementara Celios menggunakan sampling purposif. Purposif itu artinya sampel ditentukan sesuai dengan keinginan atau kebutuhan peneliti," ujarnya.

Dedi juga menyoroti keterlibatan Kabinet Bayangan dalam kajian Celios, sehingga latar belakang dan orientasi kelompok yang terlibat perlu menjadi pertimbangan publik membaca hasil penilaian. 

Dia mengingatkan mungkin saja muncul perspektif yang menyoroti kelemahan apabila suatu kajian sejak awal berorientasi ke kritik terhadap pemerintah.

"Tentu jika tujuannya kritik, bisa dipastikan hanya melihat sisi buruk," ungkapnya.

Terlepas persoalan angka survei, Dedi melihat Bahlil memiliki karakter kepemimpinan yang cukup menonjol, terutama dalam menyikapi dinamika hubungan Indonesia dan Singapura.

Menurutnya, sikap Bahlil dalam merespons ketegangan dua negara memperlihatkan keberanian politik sekaligus keberpihakan terhadap kepentingan nasional.

Dia bahkan menilai Bahlil sebagai salah satu menteri yang mampu menangkap arah pemikiran Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kedaulatan.

"Apa yang ditunjukkan Bahlil adalah sikap nasionalis, demi kedaulatan. Soal diplomasi persuasi yang diabaikan dapat dimaklumi jika Singapura lebih dahulu reaktif dan provokatif," kata Dedi. 

Dia mengingatkan pemerintah tidak semestinya hanya mempertimbangkan keuntungan investasi luar negeri menyangkut kepentingan nasional.

"Harus memastikan bahwa kepentingan rakyat dan kedaulatan negara tetap menjadi prioritas. Dalam konteks tersebut, sikap tegas Bahlil dinilai sebagai bentuk keberanian menyuarakan kepentingan Indonesia," kata dia. (ast/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ibas Kawal Program Pro-Rakyat di Magetan, Dorong Rumah Layak Huni dan Akses Listrik bagi Masyarakat
• 1 jam lalu
0
thumb
KPK umumkan telah periksa Bupati Bogor sebagai saksi kasus dugaan korupsi di Pemkab Bogor
• 16 jam lalu
0
thumb
Wamendagri Akhmad Wiyagus: Keamanan Pangan Dapur MBG Penting Lindungi Anak
• 4 jam lalu
0
thumb
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Naik Sidik, Pihak Korban: Kami Sudah Tahu Siapa Tersangkanya!
• 3 jam lalu
0
thumb
Menag Nasaruddin Umar: Seni Bisa Satukan Perbedaan, Seniman Jangan Dibiarkan Berjuang Sendiri
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.