Kapolri-Mendes Perkuat Pemberantasan Narkoba hingga Tekan Gangguan Kantibmas di Desa

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memperkuat kerja sama untuk mencegah peredaran narkoba dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di desa-desa. Kolaborasi itu akan dilakukan melalui program Desa Bersih Narkoba (Bersinar).

Suyudi mengatakan, narkoba, obat-obatan terlarang, dan minuman keras kerap menjadi pemicu gangguan kamtibmas lainnya. Penyalahgunaan zat tersebut dapat berujung pada tindak kriminal seperti pencurian, kekerasan, tawuran, hingga perkelahian antarkelompok.

“Ini tentunya menjadi keprihatinan kita bersama sehingga kita dengan Kementerian Desa ingin bekerja sama lebih erat lagi, bagaimana kita memberikan edukasi literasi ini pada masyarakat kita, anak-anak kita dari tingkat bawah, menengah,” ujar Suyudi seusai pertemuan di Mabes Polri, Jumat (30/10).

Selain Desa Bersinar, Suyudi mengatakan, pihaknya akan memperkuat edukasi bahaya narkoba melalui program Integrasi Kurikulum Antinarkotika (IKN). Program tersebut diharapkan dapat menjangkau seluruh provinsi di Indonesia agar anak-anak memahami bahaya narkoba, perkembangannya, hingga sanksi yang berlaku.

Suyudi berharap, kolaborasi dengan Kemendes dapat memperluas upaya pencegahan narkoba hingga tingkat desa sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Sementara itu, Yandri mengatakan, terdapat 75.266 desa di Indonesia yang akan menjadi fokus program tersebut. Menurutnya, peredaran narkoba kini tidak hanya menyasar masyarakat di kota-kota besar, tetapi juga sudah merambah ke desa.

“Jadi jumlah desa 75.266 desa itu insyaallah akan menjadi fokus kami, bagaimana narkoba itu tidak menyasar warga di desa,” kata Yandri dalam kesempatan yang sama , Jumat (30/10).

Yandri menyebut, pihaknya melibatkan 10 asosiasi desa untuk memperkuat kolaborasi dengan Polri. Asosiasi tersebut terdiri dari perwakilan kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, mantan kepala desa, dan masyarakat desa.

Menurut Yandri, kerja sama ini diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan peredaran narkoba, minuman keras, serta berbagai tindak kejahatan yang dapat mengganggu keamanan desa.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejurnas Soft Tennis Resmi Dibuka di Makassar, Siapkan Atlet Menuju Ajang Internasional
• 5 jam lalu
0
thumb
Jelang Persija vs Dewa United, Polda Banten Minta Jakmania Hormati Sanksi Komdis PSSI agar Tak Hadir ke BIS
• 3 jam lalu
0
thumb
Penipu Tukang Ojek Lansia di RS Sardjito Diburu: Motor Dibawa Kabur Modus Belas Kasihan
• 10 jam lalu
0
thumb
Komitmen Jalankan Ekonomi Sirkular, Coca Cola Raih Penghargaan Ini!
• 20 jam lalu
0
thumb
OJK raih sertifikasi ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.