PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akhirnya buka suara terkait rumor merger dengan PT Bank DBS Indonesia yang beredar di media sosial.
IDXChannel – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akhirnya buka suara terkait rumor merger dengan PT Bank DBS Indonesia yang beredar di media sosial dan sempat dikaitkan dengan lonjakan saham BBCA pada perdagangan Rabu (28/10/2026) lalu.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026), BCA menegaskan bahwa informasi mengenai rumor merger dengan anak usaha DBS tersebut tidak benar.
“Sehubungan dengan informasi yang beredar terkait rumor merger BCA dengan anak perusahaan DBS dengan ini kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” tulis Corporate Secretary BCA Rudy Budiardjo dalam surat tanggapan atas permintaan penjelasan BEI tertanggal 30 Oktober 2026.
BCA juga mengimbau masyarakat agar mengakses informasi perusahaan dari sumber-sumber resmi, baik melalui situs resmi BCA maupun outlet media yang kredibel.
Pernyataan tersebut menyusul bantahan dari DBS Group terhadap rumor serupa. Mengutip The Straits Times, Kamis (29/10), juru bicara DBS sebelumnya menegaskan bahwa kabar mengenai potensi merger tersebut tidak benar.
Rumor yang beredar sebelumnya menyebutkan Bank DBS Indonesia berpotensi dilebur ke dalam BCA, dengan BCA menjadi entitas yang bertahan setelah merger.
Dalam skema yang beredar di media sosial, pemegang saham DBS Indonesia disebut akan menerima saham baru BBCA sebagai kompensasi melalui transaksi inbreng atau penyetoran modal dalam bentuk non-tunai.
Kabar tersebut juga sempat dikaitkan dengan pergerakan saham BBCA yang melonjak hingga sekitar 7 persen pada perdagangan Rabu (28/10).
Sebelumnya, pada September 2026 beredar rumor mengenai potensi akuisisi BBCA oleh pengusaha Haji Isam yang kemudian dibantah perseroan. (Aldo Fernando)






Komentar (0)