Kredit Maybank Indonesia (BNII) Tumbuh 6,8 Persen, Kualitas Aset Membaik

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Maybank (BNII) mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 6,8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp128,39 triliun hingga September 2026.

Kredit Maybank Indonesia (BNII) Tumbuh 6,8 Persen, Kualitas Aset Membaik. (Foto: Dok. Maybank)

IDXChannel – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 6,8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp128,39 triliun hingga September 2026. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit di berbagai segmen bisnis, terutama Global Banking, di tengah upaya perseroan menjaga kualitas aset dan memperkuat struktur pendanaan.

Segmen Global Banking menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kredit Maybank Indonesia sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Penyaluran kredit pada segmen ini meningkat 14,6 persen YoY menjadi Rp57,35 triliun.

Baca Juga:
Bentuk Konglomerasi Keuangan, Maybank (BNII) Caplok 51 Persen Saham Etiqa Indonesia

Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh kredit kepada nasabah korporasi besar atau Large Local Corporates (LLC) meningkat 48,0 persen YoY menjadi Rp17,58 triliun. Sementara itu, kredit Commercial Banking juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 20,6 persen YoY.

Kinerja ini menunjukkan bahwa segmen korporasi dan komersial menjadi sumber utama pertumbuhan kredit perseroan, seiring berlanjutnya aktivitas penyaluran pembiayaan kepada nasabah bisnis.

Baca Juga:
Proses Ambil Alih Saham Rampung, Maybank Indonesia (BNII) Resmi Jadi Grup Keuangan Terintegrasi

Di sisi lain, penyaluran kredit pada segmen Community Financial Services (CFS) tumbuh lebih moderat sebesar 1,2 persen YoY menjadi Rp71,03 triliun, dengan kontribusi dari pembiayaan usaha kecil dan menengah (SME) serta kredit ritel.

Pada segmen CFS Non-Retail, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp22,39 triliun, meningkat 0,8 persen YoY. Di dalamnya, pembiayaan SME Banking tumbuh 9,6 persen YoY.

Baca Juga:
Maybank Indonesia (BNII) Luncurkan Layanan Fast Remittance, Targetkan Pertumbuhan Bisnis Dua Digit

Sementara itu, kredit CFS Retail meningkat 2,1 persen YoY menjadi Rp48,64 triliun. Pertumbuhan ini antara lain ditopang oleh pembiayaan otomotif yang naik 5,3 persen menjadi Rp27,33 triliun, serta kredit kartu kredit dan pinjaman personal yang tumbuh 11,0 persen menjadi Rp4,52 triliun.

Pertumbuhan di berbagai segmen tersebut mencerminkan berlanjutnya ekspansi kredit Maybank Indonesia, baik untuk kebutuhan pembiayaan korporasi, komersial, SME maupun consumer, meskipun dengan laju pertumbuhan yang berbeda.

Di tengah ekspansi kredit, Maybank Indonesia juga mencatatkan perbaikan kualitas aset.  Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 2,1 persen pada September 2026 dari 2,4 persen pada September 2025. Sementara itu, NPL net membaik menjadi 1,3 persen dari sebelumnya 1,5 persen.

Perbaikan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan penyaluran kredit berjalan seiring dengan penurunan rasio kredit bermasalah, sehingga turut memperkuat kualitas portofolio pembiayaan perseroan.

Selain pertumbuhan kredit, Maybank Indonesia juga mencatatkan perbaikan komposisi pendanaan. Dana murah atau current account and savings account (CASA) meningkat 16,7 persen YoY menjadi Rp79,81 triliun hingga September 2026.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan giro sebesar 21,1 persen dan tabungan sebesar 8,5 persen. Rasio CASA pun menguat menjadi 64,1 persen dari 52,2 persen pada September 2025, mencerminkan semakin besarnya porsi dana murah dalam struktur pendanaan Bank.

Sementara itu, total simpanan nasabah tercatat sebesar Rp124,59 triliun, turun 4,9 persen YoY, seiring dengan penurunan deposito berjangka sebesar 28,5 persen menjadi Rp44,78 triliun.

Penurunan deposito berjangka tersebut sejalan dengan strategi optimalisasi pendanaan Maybank Indonesia. Dengan meningkatnya porsi giro dan tabungan, perseroan terus memperbaiki komposisi pendanaan untuk mendukung efisiensi biaya dana.

Perkembangan bisnis dan struktur pendanaan tersebut turut mendukung kinerja pendapatan bunga Maybank Indonesia. Hingga September 2026, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) meningkat 4,3 persen YoY menjadi Rp5,75 triliun, didukung oleh penurunan beban bunga dan peningkatan pendapatan bunga dari entitas anak.

Sejalan dengan itu, Margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) meningkat 14 basis poin menjadi 4,4 persen.

Di sisi lain, pendapatan nonbunga turun 8,5 persen YoY menjadi Rp1,67 triliun, dipengaruhi oleh penurunan pendapatan perdagangan Global Markets di tengah volatilitas pasar. Meski demikian, pendapatan dari aktivitas di luar Global Markets masih tumbuh 2,3 persen menjadi Rp1,58 triliun.

Secara keseluruhan, pendapatan operasional bruto meningkat 0,4 persen YoY menjadi Rp7,28 triliun. Sementara itu, beban operasional naik 2,6 persen menjadi Rp5,15 triliun, sedangkan beban pencadangan kerugian kredit turun 10,2 persen menjadi Rp749 miliar.

Dengan perkembangan tersebut, Maybank Indonesia membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp1,43 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Adapun, laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) tercatat sebesar Rp957 miliar.

Perbankan Syariah dan Entitas Anak

Pertumbuhan pembiayaan juga terjadi pada lini perbankan Syariah Maybank Indonesia. Hingga September 2026, pembiayaan Unit Usaha Syariah (UUS) meningkat 18,4 persen YoY menjadi Rp32,46 triliun.

Pertumbuhan tersebut diikuti perbaikan komposisi pendanaan, dengan dana murah perbankan syariah meningkat 12,6 persen menjadi Rp25,58 triliun. Rasio CASA juga menguat menjadi 70,8 persen dari 62,2 persen pada September 2025.

Sejalan dengan perkembangan bisnis tersebut, laba sebelum pajak UUS tumbuh 29,4 persen YoY menjadi Rp668 miliar.

Di luar bisnis perbankan, sejumlah entitas anak Maybank Indonesia juga membukukan pertumbuhan kinerja.

PT Maybank Indonesia Finance mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp573 miliar, meningkat 32,9 persen YoY, dengan total pembiayaan tumbuh 16,4 persen menjadi Rp8,64 triliun.

Sementara itu, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) atau WOM Finance membukukan laba sebelum pajak Rp219 miliar, tumbuh 70,5 persen YoY, dengan total pembiayaan meningkat 4,0 persen menjadi Rp6,78 triliun.

Adapun, PT Maybank Sekuritas Indonesia mencatatkan laba sebelum pajak Rp223 miliar, meningkat 45,1 persen YoY.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan bahwa perseroan akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan efisiensi operasional di tengah dinamika pasar.

Setelah menyelesaikan transformasi menjadi grup keuangan terintegrasi pada Agustus 2026, Maybank Indonesia juga memprioritaskan peningkatan kolaborasi antarentitas untuk memperluas solusi dan layanan keuangan bagi nasabah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Koalisi Arab Saudi Jatuhkan Rudal Balistik Houthi Mengarah ke Riyadh
• 16 jam lalu
0
thumb
Satu Orang Lompat ke Sungai Jagir Usai Terlibat Pembacokan, Petugas Lakukan Pencarian
• 9 jam lalu
0
thumb
Eks Hakim MK Nilai Penggugat Keliru Cabut Gugatan Suket Ijazah Gibran di PTUN
• 21 jam lalu
0
thumb
IHSG Diprediksi Merah Lagi, Tekanan Jual Masih Membayangi
• 10 jam lalu
0
thumb
Hizbullah Ancam Israel Usai Pemilu, Beri Ultimatum Keras Pada Pemenang
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.