SEOUL, KOMPAS.TV - Korea Utara menuding Korea Selatan sengaja meningkatkan ketegangan di wilayah perbatasan kedua negara. Selain itu, Pyongyang juga memperingatkan meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan yang akan berisiko memicu bentrokan bersenjata secara tiba-tiba.
"Kegiatan militer yang sering dilakukan pihak lawan di perbatasan Korea Utara meningkatkan risiko terjadinya konflik bersenjata tak terduga dan menimbulkan konsekuensi dahsyat, karena para penjahat militer Korea Selatan dengan sengaja memperburuk ketegangan di wilayah perbatasan Korea Utara-Korea Selatan," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korea Utara dalam pernyataan pada Jumat.
Kantor berita Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa juru bicara tersebut menuding AS dan Korea Selatan berupaya mempertahankan keunggulan militer dengan memperluas jaringan aliansi serta menggelar latihan militer bersama dengan berbagai dalih.
Kementerian Pertahanan Korea Utara juga menilai latihan militer kedua negara semakin menyerupai situasi pertempuran sesungguhnya, termasuk melalui latihan serangan preventif.
Baca Juga: Kim Jong Un Perintahkan Percepatan Pengembangan Drone Militer Korea Utara
Pyongyang menganggap aktivitas tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan negaranya dan menyatakan perlu mengambil langkah penanggulangan yang lebih kuat.
"Setiap tindakan bermusuhan yang melanggar hak keamanan negara merupakan sasaran dari pelaksanaan hak kedaulatan yang adil oleh angkatan bersenjata Republik Demokratik Rakyat Korea," demikian pernyataan tersebut.
Kementerian itu juga menegaskan Korea Utara tidak akan membatasi langkah-langkah untuk mempertahankan sistem pencegahan serta memperkuat pengendalian situasi di Semenanjung Korea dan wilayahnya.
Baca Juga: Korea Selatan Ajak Korea Utara Berunding, Cegah Bentrokan Perbatasan
Ketegangan kedua Korea sebelumnya meningkat setelah tiga tentara Korea Selatan terluka akibat ledakan ranjau di zona demiliterisasi pada 21 September. Dua dari tiga tentara tersebut dilaporkan mengalami luka serius.
Berdasarkan investigasi bersama dengan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Korea Selatan menyimpulkan ranjau tersebut sengaja dipasang oleh pasukan Korea Utara di sisi selatan garis demarkasi militer.
Seoul menyebut insiden itu sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata dan menuntut Korea Utara meminta maaf serta bertanggung jawab.
Namun, Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, membantah tuduhan tersebut. Kim, yang menjabat Direktur Departemen Urusan Umum Partai Buruh Korea, menyebut temuan militer Korea Selatan sebagai rekayasa dan menuding insiden itu merupakan provokasi yang dibuat oleh Seoul sendiri.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Antara
- korea
- utara
- selatan
- bentrokan






Komentar (0)