HARIAN.FAJAR.CO.ID, PINRANG — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Kampung Ongkoe, Kelurahan Macinnae, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Kamis (29/10/2026) malam. Sebanyak lima rumah panggung terdampak dalam peristiwa tersebut. Tiga rumah ludes terbakar, sedangkan dua lainnya mengalami kerusakan ringan. Total kerugian ditaksir mencapai Rp900 juta.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 Wita. Api pertama kali muncul dari bagian plafon rumah milik Haji Napang yang berada di tengah deretan rumah warga. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan rumah tersebut sebelum merambat ke bangunan di sisi kiri dan kanannya.
Kapolsek Paleteang, Iptu Syamsul Kahar, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Tiga rumah yang ludes terbakar masing-masing milik Haji Napang, Lahansi, dan Sumardi. Ketiganya diketahui berada berdampingan dan pemiliknya masih memiliki hubungan keluarga.
“Betul terjadi kebakaran yang menghanguskan tiga unit rumah, yaitu milik lelaki Haji Napang, lelaki Lahansi, dan lelaki Sumardi. Setelah rumah tersebut terbakar habis, api dengan cepat melebar dan merambat ke rumah di sebelah kiri dan kanannya,” jelas Syamsul.
Sementara dua rumah lainnya, masing-masing milik La Sodding dan Asriyanti, turut terdampak dengan kerusakan ringan.
Syamsul mengatakan, penyebab kebakaran sementara diduga akibat korsleting listrik. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Sementara masih diduga korsleting listrik, tetapi untuk kesimpulan penyebab kebakaran masih kita dalami,” terangnya.
Sebanyak tujuh unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.
“Tidak ada korban dalam kejadian kebakaran. Namun, untuk total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp900 juta,” papar Syamsul.
Salah seorang keluarga korban, Hj. Nasma, mengungkapkan kepanikan saat kebakaran terjadi. Ketika peristiwa itu berlangsung, dirinya sedang berada di Madimeng. Sementara suami, orang tua, dan anak-anaknya masih berada di dalam rumah.
Keluarga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, kobaran api semakin membesar sehingga mereka akhirnya memilih menyelamatkan diri.
“Berusaha juga memadamkan, tapi apinya sudah terlalu besar, jadi tidak sempat dan akhirnya menyelamatkan diri saja,” ungkap Nasma.
Dalam situasi panik tersebut, suami Nasma bahkan harus melompat dari bagian belakang rumah untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.
Setelah api berhasil dipadamkan, warga sekitar bergotong royong membantu para korban mencari barang-barang yang masih mungkin diselamatkan dari reruntuhan rumah.
“Iya, siapa tahu masih ada sisa-sisa barang yang bisa diselamatkan,” tutur Nasma.
Lima Kepala Keluarga Terima Bantuan
Dampak kebakaran tersebut dirasakan lima kepala keluarga (KK). Pasca kejadian, para penghuni rumah yang terbakar sementara menumpang di rumah keluarga masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan para korban.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Akkas Selle, mengatakan bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan logistik, makanan, pakaian, serta perlengkapan bagi anak-anak.
“Kita melaksanakan penyaluran bantuan logistik, permakanan, sandang pangan, dan sandang anak kepada korban kebakaran di kelurahan ini,” kata Akkas.
Bantuan tersebut antara lain berupa kasur lipat, terpal tenda gulung, pakaian dan perlengkapan anak, kids ware, serta family kit yang berisi pakaian layak pakai dan perlengkapan mandi. Para korban juga menerima makanan siap saji dan peralatan dapur keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.






Komentar (0)