Presiden Palestina Harap Pemerintah Baru Israel Lanjutkan Perundingan Damai

detik.com
15 jam lalu
Cover Berita
Ramallah -

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengharapkan pemerintahan baru Israel nantinya akan memungkinkan dilanjutkannya perundingan damai untuk konflik Palestina dan Israel, yang terhenti selama beberapa tahun terakhir.

"Selama bertahun-tahun, kami telah mengulurkan tangan kepada pihak Israel demi mencapai perdamaian, agar Israel dan Palestina dapat hidup dalam keamanan, stabilitas, dan kedamaian," kata Abbas dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir AFP, Jumat (30/10/2026).

"Kami berharap, segera setelah pemerintahan baru Israel terbentuk, kita dapat memulai dialog bersama," ucap Abbas saat berbicara dalam pertemuan Presiden Siprus, Nikos Christodoulides, di Nikosia pada Kamis (28/10) waktu setempat.

Hasil akhir pemilu Israel, yang diumumkan Komite Pemilu Pusat (CEC) pada Jumat (30/10) pagi waktu setempat, menunjukkan tidak ada blok politik utama yang berhasil mengamankan mayoritas dalam parlemen atau Knesset, yang diperlukan untuk bisa membentuk pemerintahan baru.

Baca juga: Hasil Akhir Pemilu Israel: Netanyahu Unggul Tapi Gagal Raih Mayoritas Parlemen

Menurut hasil akhir resmi tersebut, koalisi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memenangkan total 53 kursi parlemen, dengan Partai Likud yang menaunginya memperoleh 27 kursi parlemen. Sedangkan kubu oposisi yang dipimpin mantan petinggi militer Gadi Eisenkot memenangkan 48 kursi parlemen.

Baik koalisi Netanyahu maupun kubu oposisi sama-sama gagal mencapai ambang batas 61 kursi, dari total 120 kursi parlemen, untuk memegang mayoritas parlemen dan membentuk pemerintahan baru.

Situasi tersebut mengisyaratkan negosiasi koalisi yang mungkin akan berlangsung alot dan bisa memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berpotensi memicu kebuntuan politik di Israel.

Jika tidak ada pemerintahan baru yang dapat dibentuk, maka Israel berpotensi menghadapi pemilu baru, seperti yang terjadi beberapa kali di masa lalu.

Baca juga: Tanpa Mayoritas Parlemen, Fraksi Arab Berpeluang Tumbangkan Netanyahu?




(nvc/idh)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kenaikan UMP 2027 Jakarta Belum Dibahas, Kapan Diputuskan?
• 15 jam lalu
0
thumb
Bos BI Soal Isu Rupiah Bisa Rp20.000: Kami Jaga Stabilitas!
• 23 jam lalu
0
thumb
MK Tolak Gugatan Warga Palangka Raya soal Anggaran Penanggulangan Bencana
• 22 jam lalu
0
thumb
Gandeng Komunitas, Kendari Promosi Festival Pantai Nambo Demi Tembus Event Nasional
• 2 jam lalu
0
thumb
Kemenperin Turun Tangan Usai Insiden Gas di Karawang, Ini Fokus Pemeriksaannya
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.