Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Deklarasi Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah) dan aksi bersih laut di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Penjaringan, Jakarta Utara. Aksi yang digelar dalam rangka Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026 ini difokuskan untuk menekan volume sampah di laut sekaligus mengolahnya menjadi sumber energi melalui prinsip ekonomi sirkular.
Wakil Menteri KKP, Irwan Meilano, membeberkan bahwa laut Indonesia saat ini menghadapi tekanan lingkungan yang sangat berat akibat limbah. Data KKP mencatat sedikitnya 16 juta ton sampah masuk ke perairan laut setiap tahunnya, yang berisiko mencemari ekosistem dan mengancam kesehatan rantai pangan laut.
"Laut adalah sumber protein masa depan bagi Indonesia. Bayangkan apabila protein yang kita peroleh dari ikan masih mengandung mikroplastik. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan laut kita tetap sehat dan bebas dari sampah," tegas Irwan dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 30 Oktober 2026.
Baca Juga :
KKP Verifikasi 1.000 Calon Kampung Nelayan Merah Putih pada 2027
Sebagai wujud penerapan ekonomi sirkular, KKP menyerahkan bantuan alat pirolisis kepada masyarakat pesisir. Teknologi ini berfungsi mengonversi sampah plastik menjadi bahan bakar atau energi alternatif (waste to energy), sehingga sampah yang dikumpulkan dari kawasan pesisir dapat memberi nilai tambah ekonomi bagi warga setempat.
Pemilihan PPS Nizam Zachman sebagai lokasi deklarasi didasari nilai sejarahnya yang panjang sebagai pusat perdagangan dan ekspor komoditas perikanan nasional. KKP menargetkan pelabuhan ini dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi pelabuhan perikanan bersih di seluruh Indonesia, yang mampu menjaga kelestarian lingkungan laut sekaligus menopang kesejahteraan masyarakat nelayan.





Komentar (0)