Pemilu Israel: Netanyahu Terancam Tersingkir, Oposisi Bidik Kekuasaan

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara kepada para pendukungnya di markas Partai Likud di Jerusalem setelah hasil hitung cepat pertama pemilu parlemen Israel dirilis, Rabu (28/10/2026). (Sumber: AP Photo/Ohad Zwigenberg)

YERUSALEM, KOMPAS.TV - Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding pemilu parlemen telah dicuri oleh partai-partai yang dipimpin warga Arab. 

Tuduhan tersebut disampaikan tanpa bukti, di tengah hasil penghitungan suara yang menunjukkan blok politik Netanyahu kehilangan mayoritas di parlemen.

Hasil yang diumumkan otoritas pemilu Israel pada Jumat dini hari waktu setempat menunjukkan blok Netanyahu memperoleh 53 dari total 120 kursi di Knesset. Sementara itu, blok oposisi meraih 48 kursi dan partai-partai yang dipimpin warga Arab memperoleh 19 kursi.

Jumlah tersebut jauh di bawah 68 kursi yang pernah dikuasai blok Netanyahu pada puncak kekuatannya di parlemen sebelumnya.

Meski penghitungan suara telah selesai, hasil pemilu masih harus disahkan dan diserahkan kepada Presiden Isaac Herzog pada Rabu pekan depan.

Oposisi menuduh Netanyahu berupaya mendelegitimasi hasil pemilu dengan menyudutkan warga Arab Israel. 

Jika partai-partai oposisi bersedia bekerja sama dengan partai-partai Arab, mereka berpotensi membentuk pemerintahan mayoritas untuk menggantikan Netanyahu.

Komisi Pemilu Selidiki Dugaan Intervensi Asing

Partai Likud mulai menyebarkan tuduhan pelanggaran dilakukan oleh partai-partai Arab setelah hasil hitung cepat menunjukkan Netanyahu mengalami kemunduran dalam pemungutan suara Selasa lalu. 

Tuduhan itu semakin menguat setelah Ketua Komite Pemilu Israel, Hakim Mahkamah Agung Noam Sohlberg, menyatakan adanya dugaan serius intervensi asing.

Dalam surat kepada badan keamanan Shin Bet, Sohlberg mengatakan tidak dapat memverifikasi tuduhan tersebut. Namun, ia meminta penyelidikan dilakukan, mengingat seriusnya dugaan yang dilaporkan kepadanya.

Baca Juga: Pemilu Israel: Netanyahu Tertekan, tetapi Belum Tersingkir dari Kekuasaan

Likud kemudian mengeluarkan pernyataan keras dengan menyebut pemilu Israel telah dicuri. Partai itu juga menuduh tanpa memberikan bukti, bahwa dugaan intervensi tersebut bertujuan memfasilitasi pengambilalihan Knesset oleh pihak asing, mengislamisasi Israel, dan menjatuhkan pemerintahan sayap kanan.

Media Israel melaporkan, sejumlah anggota Likud menuding Qatar terlibat. Qatar, yang oleh banyak warga Israel dianggap sebagai pendukung Hamas, membantah tuduhan tersebut, dan menyebutnya sebagai tuduhan yang konyol dan berbahaya.

Komite Pemilu Israel menyatakan penyelidikan itu didasarkan pada informasi intelijen rahasia. Namun, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Komite Pemilu Dean Livne menegaskan penyelidikan tersebut tidak memengaruhi hasil akhir pemilu dan tidak menyasar kelompok masyarakat tertentu.

Ia juga memperingatkan laporan mengenai penyelidikan tersebut telah disampaikan secara tidak berdasar. Komite Pemilu meminta Shin Bet menyampaikan hasil penyelidikan dalam waktu satu pekan.

Oposisi Tuduh Netanyahu Rusak Legitimasi Pemilu

Pesaing utama Netanyahu, mantan Kepala Staf Militer Israel Gadi Eisenkot, menilai Likud berupaya merusak legitimasi hasil pemilu karena mengalami kekalahan.

Eisenkot juga menyindir tuduhan keterlibatan asing dengan mengatakan bahwa ia menyambut baik langkah Netanyahu yang akhirnya mengecam keterlibatan Qatar di Israel.

Netanyahu selama ini menghadapi tuduhan bahwa sejumlah mantan ajudan seniornya menerima uang dari Qatar.

Dilansir dari Associated Press, Netanyahu tampak berupaya menghalangi kemungkinan terbentuknya aliansi antara kubu oposisi dan partai-partai Arab.

Ia sebelumnya menyebut langkah Eisenkot bergabung dengan partai-partai Arab sebagai tindakan pengkhianatan.

Shin Bet menegaskan penyelidikan tersebut tidak dimaksudkan untuk mencurigai seluruh kelompok masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya secara demokratis dan sah.

Presiden Isaac Herzog juga menyerukan penyelidikan menyeluruh. Ia mengingatkan agar seluruh komunitas tidak dicemarkan namanya hanya karena berpartisipasi dalam proses demokrasi.

Sentimen Anti-Arab Mengemuka dalam Kampanye

Sebelum pemungutan suara, Netanyahu dan Likud menggambarkan partai-partai yang dipimpin warga Arab sebagai ancaman bagi Israel.

Kritik terhadap pendekatan itu menyebut bahwa kampanye tersebut sebagai upaya untuk semakin meminggirkan warga Arab Israel, yang sebagian besar merupakan keturunan Palestina.

Warga Arab mencakup sekitar 20 persen populasi Israel. Mereka kerap menghadapi kecurigaan terkait hubungan dan simpati terhadap masyarakat Palestina lainnya.

Serangan selama kampanye, ditambah kemarahan terhadap Netanyahu dan pemerintahan sayap kanannya, mendorong warga Arab Israel mendatangi tempat pemungutan suara dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ketua Partai Demokrat Yair Golan menuduh Netanyahu berupaya merusak hasil pemilu melalui kampanye delegitimasi yang menyasar kehendak publik, khususnya warga Arab.

Sementara itu, Partai Joint List yang dipimpin warga Arab justru menuduh Netanyahu berusaha mencuri pemilu. Ketua Partai Ra'am, Mansour Abbas, menyambut penyelidikan dugaan intervensi asing, tetapi menegaskan partainya tidak terlibat dan menuduh Netanyahu melakukan hasutan.

Baca Juga: Partai Arab Israel Siap Bantu Oposisi Gulingkan Netanyahu, Tapi Ajukan Syarat | SAPA PAGI

Oposisi Hadapi Pilihan Sulit Membentuk Koalisi

Hasil pemilu membuat partai-partai oposisi menghadapi keputusan sulit untuk membentuk pemerintahan. Mereka harus menentukan apakah akan membangun aliansi bersejarah dengan partai-partai Arab atau justru bergabung dengan Netanyahu, meskipun sebelumnya berkampanye untuk menggulingkannya.

Untuk menguasai Knesset yang memiliki 120 kursi, sebuah blok politik membutuhkan sedikitnya 61 kursi. Selama proses pembentukan koalisi berlangsung, Netanyahu masih menjabat sebagai perdana menteri.

Jika Netanyahu kehilangan kekuasaan, ia berpotensi menghadapi perkembangan hukum dan politik yang signifikan. Ia selama bertahun-tahun menghadapi tuduhan korupsi, sementara penyelidikan atas kegagalan keamanan yang memungkinkan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 juga kemungkinan akan dilakukan.

Eisenkot telah membuka peluang kerja sama dengan partai-partai Arab, meski dengan sejumlah persyaratan. Ahmad Tibi, tokoh kedua dalam Joint List, mengatakan kepada Army Radio bahwa blok oposisi telah menghubunginya untuk membahas penggantian ketua parlemen.

Dukungan partai-partai Arab dalam pemilihan ketua parlemen dapat memberi oposisi kendali atas agenda Knesset dan membuka peluang untuk mengajukan serta mengesahkan undang-undang sebelum pemerintahan baru terbentuk.

Sejumlah demonstrasi kecil berlangsung di Tel Aviv dan Jerusalem untuk mendukung pembentukan koalisi yang melibatkan partai-partai Arab. Sebelum 2021, belum pernah ada partai Arab yang bergabung dalam koalisi pemerintahan Israel, dan keterlibatan saat itu pun berlangsung singkat.

Jika berbagai upaya pembentukan pemerintahan gagal, Israel berpotensi menggelar pemilu baru pada awal tahun depan. Herzog dan Eisenkot sama-sama menyatakan keinginan untuk menghindari skenario tersebut.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : The Associated Press

Tag
  • netanyahu
  • tersingkir
  • Benjamin Netanyahu
  • partai likud
  • pemilu israel
  • partai arab
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ditjenpas dan Densus 88 Latih 50 Napi Terorisme di Nusakambangan Membuat Roti, Siapkan Bekal Usaha Setelah Bebas
• 23 jam lalu
0
thumb
Ironis, Oknum Perwira Satresnarkoba Polres Dompu Diciduk Propam Polda NTB, Diduga Terlibat Kasus Narkoba
• 15 jam lalu
0
thumb
Kemnaker Tindak Lanjuti Dugaan PHK Sepihak dan Pelanggaran Ketenagakerjaan di PT Indonesia Epson Industry
• 13 jam lalu
0
thumb
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Dinilai Berhasil Jaga Kedaulatan Energi Indonesia
• 2 jam lalu
0
thumb
Ruben Onsu Merasa Diserang Isu Penyimpangan hingga Pindah Keyakinan oleh Sarwendah, Kuasa Hukum: Ingin Mempertontonkan Kekurangan
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.