KPK Panggil Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Terkait Dana Siap Pakai

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

KPK memanggil Nera Susanto, adik mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto. Ia dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) di lingkungan BNPB.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pemeriksaan terhadap Nera dijadwalkan pada Jumat (30/10). Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

“Saksi dalam dugaan TPK terkait penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) di Lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),“ kata Budi kepada wartawan, Jumat (30/10).

Selain Nera, KPK juga memeriksa sejumlah saksi lainnya yang masih berkaitan dalam perkara, mereka yakni:

Budi belum memberikan keterangan terkait materi pemeriksaan terhadap para saksi tersebut.

Perkara ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (13/10). Operasi tersebut menyasar dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lembaga tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni Bima Setiawan (adik Kepala BNPB Suharyanto sekaligus tenaga ahli BNPB), Gabriel Purwaka Sigit (Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus pejabat pembuat komitmen), Richard Erlangga (tenaga ahli BNPB), serta dua pihak swasta, Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian.

Penyidik menduga ada dua modus korupsi yang dilakukan dua tenaga ahli Kepala BNPB tersebut, dan keduanya berkaitan dengan dana siap pakai (DSP), yaitu dana cadangan pemerintah untuk keadaan darurat bencana.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Grounding: Ritual Menyentuh Bumi yang Dipercaya Bantu Redakan Stres dan Cemas
• 16 jam lalu
0
thumb
Sikap Polisi Tangani Demo 28 Oktober di Bundaran HI Dinilai Mampu Jaga Situasi Tetap Kondusif
• 11 jam lalu
0
thumb
Lama Tak Terdengar, Israel Adesanya Siap Kembali Bertarung di UFC Usai Kalah 4 Kali Beruntun
• 10 jam lalu
0
thumb
Di Tengah Tekanan Komisi GoRide, GoTo Bidik EBITDA Rp3,7 Triliun
• 18 jam lalu
0
thumb
Terungkap! Pembacok Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.