Sempat Diburu hingga Bali dan Balikpapan, Pembunuh Ibu dan Anak di Madiun Sembunyi di Gubuk Gelap Jombang

eranasional.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jombang, ERANASIONAL.COM – Pelarian Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan Dini Hardyanti (30) dan anaknya, AGF (4), berakhir di sebuah lokasi terpencil di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sebelum ditangkap, pria tersebut sempat berpindah-pindah dan diduga berusaha memutus seluruh jejak keberadaannya.

Polisi bahkan harus menelusuri sejumlah daerah, mulai dari Jakarta, Bali, hingga Balikpapan, Kalimantan Timur.

Setelah kasus hilangnya Dini dan putranya menjadi perhatian masyarakat, Dwi Bagus diduga sengaja mematikan telepon selulernya agar tidak terlacak aparat.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, tersangka mulai melarikan diri ketika laporan kehilangan kedua korban ramai diperbincangkan.

“Jadi setelah dia melaporkan, terus viral ya langsung dia kabur. Handphone tidak aktif, langsung dia inisiatif gimana caranya dia menghilang dari Madiun. Nah, tempat di Jombang itulah yang jadi tujuan dia,” kata Jumhur.

Dalam upaya menemukan tersangka, polisi melakukan penelusuran ke sejumlah tempat yang memiliki hubungan dengan kehidupan pribadi maupun pekerjaan Dwi Bagus.

Penyidik mendatangi rumah kerabatnya di Jakarta. Pencarian kemudian diperluas hingga Bali dan Balikpapan.

Di Balikpapan, petugas menelusuri perusahaan asing yang menjadi tempat kerja terakhir tersangka sebelum kasus pembunuhan tersebut terungkap.

“Walaupun dalam proses penyelidikan kita sudah sampai ke Jakarta, ke rumah saudaranya, sampai ke Bali. Kami juga sampai ke Balikpapan, ke tempat dia terakhir bekerja di perusahaan asing,” ungkap Jumhur.

Meski telah menyisir beberapa daerah, keberadaan tersangka belum berhasil ditemukan.

Pemeriksaan Istri Sah Membuka Petunjuk

Setelah mengumpulkan dan mencocokkan berbagai informasi, penyidik menduga Dwi Bagus belum meninggalkan Jawa Timur.

Polisi kemudian memperdalam penyelidikan terhadap lingkungan terdekat tersangka, termasuk mengamankan istri sahnya untuk dimintai keterangan.

“Ternyata ya semua sudah terurai di tiga lokasi itu. Kita berkesimpulan dia masih di Jatim dan kita amankan istrinya itu,” jelas Jumhur.

Dari pemeriksaan tersebut, polisi mendapatkan sejumlah informasi mengenai orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan Dwi Bagus, baik teman maupun keluarganya.

Keterangan itu kemudian mengerucut pada seorang teman tersangka yang tinggal di Kabupaten Jombang.

“Dari keterangan istri itu kita banyak dapat informasi. Soal teman-temannya yang paling dekat siapa, saudara yang paling dekat siapa. Ternyata berkesimpulan temannya di Jombang itu,” terang Jumhur.

Berbekal petunjuk tersebut, tim Jatanras langsung bergerak ke Jombang pada pagi hari untuk memastikan lokasi persembunyian tersangka.

Sembunyi di Gubuk Gelap Selama Pelarian

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Dwi Bagus ditemukan berada di sebuah padepokan yang menyerupai tempat pengobatan alternatif.

Tempat tersebut berada jauh dari keramaian dan diduga dipilih tersangka karena dianggap aman dari jangkauan petugas.

“Dan ya kita baru pagi itu kita sentuh dan memang benar pelaku bersembunyi di padepokan di Jombang itu. Di tempat itu, di tempat seperti pengobatan alternatif,” ujar Jumhur.

Selama bersembunyi, tersangka diketahui menempati sebuah gubuk kecil dengan kondisi minim penerangan.

Kondisi tersebut sangat kontras dengan kehidupan sebelumnya. Dwi Bagus diketahui memiliki pekerjaan profesional yang membuatnya terbiasa beraktivitas di lingkungan dengan fasilitas memadai.

“Ya dia mungkin merasa masih aman. Makanya yang dia tuju itu kan tempat yang betul-betul terpencil, yang kemungkinan tidak terdeteksi. Dia pun tidurnya di gubuk kecil, gelap gulita,” beber Jumhur.

Polisi menduga tersangka sengaja memilih tempat tersebut karena menganggap keberadaannya tidak akan diketahui orang lain.

“Dia kan orang yang biasa bekerja di tempat yang bagus, suasana bagus. Dengan mungkin berpikir dengan dia tidur di situ, bersembunyi di situ ya tidak ada yang tahu,” lanjutnya.

Proses penangkapan sempat mengalami hambatan ketika pemilik lahan dan tempat persembunyian tidak langsung mengizinkan petugas membawa Dwi Bagus.

Setelah polisi menjelaskan identitas tersangka serta perkara yang sedang ditangani, pemilik lokasi akhirnya memahami dan tidak lagi menghalangi proses penangkapan.

“Sempat terjadi penolakan dari pemilik lahan, pemilik tempat itu. Tapi setelah kita jelaskan dia mau mengerti. Akhirnya kita bawa,” tegas Jumhur.

Dwi Bagus akhirnya diringkus pada Minggu, 25 Oktober 2026, setelah lebih dari satu bulan menjadi buronan dalam kasus pembunuhan ibu dan anak tersebut. []


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mengapa Dwi Bagus Tega Habisi Istri Siri dan Anak? Psikolog Ungkap Tiga Kemungkinan
• 4 jam lalu
0
thumb
Dalami Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor: KPK Periksa Bupati Rudy Susmanto Sebagai Saksi
• 13 jam lalu
0
thumb
Ini 10 Perusahaan Raksasa Israel, Siapa Nomor 1?
• 12 jam lalu
0
thumb
Inter dan AC Milan Perkenalkan Desain Stadion Baru
• 8 jam lalu
0
thumb
Bocoran Motorola Razr Flex: Pakai Snapdragon 8 Gen 5 dan Layar 165Hz
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.