Anak SMP Mulai Lawan Penipuan Digital lewat Teknologi, Ini 3 Inovasi Keuangan yang Bisa Jadi Contoh

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Teknologi kini bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk belajar dan mencari hiburan, tetapi juga untuk memahami cara mengelola uang. 

Melalui simulasi keuangan, permainan edukatif, hingga aplikasi pencatatan pengeluaran, anak-anak dapat belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, serta memahami konsekuensi dari keputusan finansial sehari-hari.

Kemampuan tersebut semakin penting ketika transaksi digital menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Anak muda dapat mengenal pembayaran elektronik dan berbelanja melalui aplikasi sejak usia sekolah. 

Namun, kemudahan bertransaksi tidak selalu diikuti pemahaman tentang risiko, seperti penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi, hingga kebiasaan menghabiskan uang tanpa perencanaan. Karena itu, literasi keuangan perlu mencakup kemampuan menggunakan layanan digital secara aman, bukan sekadar mengetahui cara melakukan pembayaran.

Lantas, bagaimana cara mengenalkan persoalan keuangan kepada anak tanpa membuatnya terasa seperti pelajaran yang rumit? Salah satu pendekatannya adalah melalui teknologi yang interaktif dan dekat dengan kehidupan mereka. 

Siswa bisa berlatih menghadapi situasi finansial melalui permainan, mencatat uang saku secara digital, atau menyusun solusi untuk masalah yang ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan praktik semacam ini, pengetahuan keuangan dapat diterapkan dalam keputusan sehari-hari.

Akses Keuangan Tinggi, Pemahaman Pelajar Masih Perlu Diperkuat

Kesenjangan antara akses dan pemahaman keuangan menjadi salah satu tantangan dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat. 

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dikutip dalam keterangan program, indeks inklusi keuangan kalangan pelajar mencapai 92,76 persen, sedangkan indeks literasinya tercatat 62,72 persen.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa akses terhadap layanan keuangan belum tentu sejalan dengan pemahaman tentang cara menggunakannya. Padahal, kemampuan mengelola uang, mengenali risiko, dan mempertimbangkan konsekuensi keputusan merupakan bekal penting bagi generasi muda.

Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Halimatus Sa’diyah, menilai pelajar perlu menjadi salah satu sasaran prioritas dalam penguatan literasi keuangan.

“Pelajar merupakan salah satu segmen prioritas dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan karena tingkat pemahaman dan penggunaan layanan keuangannya masih berada di bawah rata-rata nasional,” kata Halimatus dalam JA SparktheDream Social Challenge Indonesia Final 2026, sebagaimana dilansir ANTARA.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Grounding: Ritual Menyentuh Bumi yang Dipercaya Bantu Redakan Stres dan Cemas
• 4 jam lalu
0
thumb
Menko PMK: Masa depan Indonesia ditentukan keberhasilan pemuda
• 4 jam lalu
0
thumb
Pansel KND Telaah Masukan Publik terhadap 69 Calon Anggota Periode 2026–2031
• 15 jam lalu
0
thumb
Beda Bulan Beda Karakter, Ini Perbedaan Scorpio Kelahiran Oktober dan November Menurut Astrologi
• 7 jam lalu
0
thumb
KKP siapkan 169 calon lokasi KNMP di Sultra untuk 2027
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.