Sinergi Universitas Gunung Kidul dan AKPRIND Perkuat Pertanian dan Batik Ramah Lingkungan

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

GUNUNGKIDUL – Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) hadir di Kedungpoh, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini merupakan kolaborasi dua perguruan tinggi yakni Universitas Gunung Kidul sebagai pelaksana dan Universitas AKPRIND Indonesia sebagai tim pendamping.

Kegiatan tersebut didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026. Tujuan dari kegiatan di antaranya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna, dan pengembangan potensi lokal.

Baca Juga
  • Pemkab Sumbawa Gandeng Jamkrindo dan Kampus Perkuat Kapasitas UMKM
  • Lewat Edutrip, UBSI Kunjungi Kampus Ternama di Asia Tenggara
  • UNY dan UNNES Pastikan Tempat pada Partai Puncak Liga Futsal Kampus Regional Yogyakarta 2026

Kosabangsa dirancang agar perguruan tinggi tidak hanya berperan di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Kampus membawa keahlian akademik ke lapangan, sementara masyarakat membawa pengalaman, kearifan lokal, dan kebutuhan nyata. Pertemuan keduanya diharapkan melahirkan solusi yang relevan, mudah diterapkan, dan dapat dilanjutkan secara mandiri.

Kegiatan di Kedungpoh dipimpin oleh Dr. Heru Winarno, S.T., M.T. sebagai ketua pelaksana, dengan Dr. Samuel Kristiyana, S.T., M.T. sebagai ketua tim pendamping. Keduanya menggerakkan program yang melibatkan dua mitra, yaitu GAPOKTAN Sedyo Maju di bidang pertanian dan Batik Unggul Jaya di bidang usaha batik. Fokus pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mitra, sehingga setiap kegiatan benar-benar menjawab persoalan yang mereka hadapi.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Ketua pelaksana, Dr. Heru Winarno, S.T., M.T., mengatakan program Kosabangsa menjadi sarana mempertemukan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat. “Melalui Kosabangsa, kami berharap potensi lokal yang dimiliki masyarakat Kedungpoh dapat dikembangkan secara lebih optimal. Pendampingan ini tidak hanya berorientasi pada penerapan teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” ujar Heru dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Kamis (29/10/2026).

Program yang diterapkan pada mitra GAPOKTAN Sedyo Maju diarahkan pada penguatan sektor pertanian diantaranya pengelolaan air dan irigasi. Pengelolaan air yang lebih baik tentunya dapat membantu petani dalam memanfaatkan sumber daya secara efisien dan menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan budidaya, papar Heru.

Pada mitra kedua mitra Batik Unggul Jaya, Heru memaparkan, program difokuskan pada pengembangan usaha batik yang ramah lingkungan dan berdaya saing meliputi efisiensi energi dalam proses produksi, agar biaya dapat ditekan dan penggunaan sumber daya lebih bijak. Program juga mengembangkan pewarna alami berbasis potensi lokal. Langkah ini memanfaatkan kekayaan alam di sekitar masyarakat sekaligus menghadirkan produk dengan karakter khas dan nilai jual yang berbeda.

Sementara Ketua tim pendamping, Dr. Samuel Kristiyana, S.T., M.T., dari AKPRIND University menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mendukung keberhasilan program pemberdayaan masyarakat. “Perguruan tinggi memiliki peran untuk mendampingi masyarakat dalam mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah. Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat produktivitas, mendorong inovasi, serta membuka peluang ekonomi bagi kelompok tani dan pelaku usaha batik di Kedungpoh,” kata Dr. Samuel Kristiyana, S.T., M.T.

Sementara anggota pendamping, Ir. Muhammad Yusuf,MT, menambahkan keberlanjutan menjadi aspek penting agar manfaat kegiatan dapat dirasakan dalam jangka panjang. Program pemberdayaan yang berhenti ketika pendampingan usai berisiko kehilangan dampaknya. Karena itu, Kosabangsa di Kedungpoh menekankan penguatan keterampilan, pengelolaan usaha, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan jejaring pemasaran. Dengan bekal tersebut, mitra diharapkan dapat melanjutkan dan mengembangkan kegiatan secara mandiri.

Program Kosabangsa di Kedungpoh menjadi wujud upaya bersama untuk menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, kelompok tani, dan pelaku UMKM, potensi lokal diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada kelestarian lingkungan, imbuh Yusuf.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Catatan dari Gunung Ciremai: Menembus Medan Ekstrem demi Tuntaskan Karhutla
• 20 jam lalu
0
thumb
Ustaz Jojo Komentari Kemampuan Bahasa Arab Vino G. Bastian di Film Hamka: Awal Mula
• 21 jam lalu
0
thumb
Belasan Laptop Chromebook Sebuah SD Negeri di Kudus Dicuri, Polisi Buru Pelaku
• 11 jam lalu
0
thumb
Praktisi Kepolisian soal Pembunuhan Istri Siri-Anak di Madiun: Perencanaannya Full Terbukti
• 49 menit lalu
0
thumb
Makin Canggih, Jerman Pamerkan Teknologi Perang Elektronik di Lithuania
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.