jpnn.com, JAKARTA - Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Binbin Firman Tresnadi menemui massa pendemo mahasiswa Universitas Trisakti di depan BSI Tower, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10).
Binbin menaiki mobil komando dan melontarkan sejumlah pernyataan untuk merespons tuntutan mahasiswa.
BACA JUGA: Pesan Jumhur Hidayat untuk Peserta Aksi Mahasiswa 28 Oktober
Yang pertama, dia berjanji bahwa pemerintah akan memberikan pengobatan gratis kepada warga yang sakit akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Saya berjanji warga masyarakat yang terdampak ISPA, baik itu di Kalimantan, di Sumatera, di Riau, di Palembang, untuk dapat berobat gratis di rumah sakit,” ucap Binbin.
BACA JUGA: Presiden KSPN Ristadi Imbau Aksi Mahasiswa 28 Oktober 2026 Berjalan Tertib dan Damai
Jawaban atas tuntutan itu pun mendapatkan tanggapan sinis dari mahasiswa Trisakti yang berdemo.
“Janji mulu, Firaun. Bohong, bohong,” ujar para mahasiswa.
BACA JUGA: Aksi Mahasiswa Papua di Makassar DIwarnai Kericuhan
Sementara itu, Perwakilan Mahasiswa yang kemudian mengambil alih microfon meminta agar para demonstran tak terlalu mempercayai pernyataan Binbin.
“Jangan terlalu percaya sama beliau!Bapak ini dua minggu lalu menemui mahasiswa. Diaberjanji kalau tiga hari masalah karhutla enggak kelar, beliau berjanji ke teman-teman mahasiswa dua minggu lalu untuk turun dari jabatan,” tutur perwakilan mahasiswa.
Demonstran pun bersorak sorai meminta Binbin turun dari jabatan sesuai janji sebelumnya.
“Turun, turun woi,” kata demonstran.
Perwakilan mahasiswa pun mengingatkan bahwa pejabat memang kerap ingkar meski telah berjanji di hadapan massa maupun rakyat.
“Beliau ini sudah mengingkari janjinya kepada mahasiswa yang kemarin demo. Sekarang mau janji lagi teman-teman semuanya,” pungkasnya.
Adapun, demo mahasiswa Universitas Trisakti membawa tiga tuntutan sebagai berikut:
- Tuntutan pertama yakni, menuntut pemerintah untuk memulihkan ekonomi, ekologi, pendidikan, dan kesehatan nasional
- Tuntutan kedua, yakni memberantasn inkompetensi dan rangkap jabatan pejabat publik.
- Tuntutan ketiga, yakni menegakkan supremasi sipil. Mahasiswa menuntut dikembalikannya supremasi sipil karena menganggap kebebasan sipil saat ini telah banyak direnggut. (dit/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi





Komentar (0)