Asap Karhutla Memudar, Bundaran Besar Palangka Raya Kembali Ramai oleh Warga

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Palangka Raya: Warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai kembali berolahraga dan beraktivitas di ruang publik setelah hujan mengguyur wilayah tersebut selama empat hari terakhir. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya menyelimuti kota kini menipis, membuat kawasan Bundaran Besar kembali ramai dikunjungi warga.

“Bisa Anda lihat di belakang saya, area Bundaran Besar menjelang sore kian dipadati warga. Kerinduan masyarakat untuk kembali beraktivitas di ruang publik begitu terasa, mereka berkumpul bersama kerabat, berolahraga, dan berinteraksi secara positif,” kata jurnalis Metro TV Enrich Samuel dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Kamis 29 Oktober 2026. 

Aktivitas tersebut menjadi pemandangan berbeda dibandingkan sepekan sebelumnya, ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Palangka Raya.

“Kondisi yang memang menjadi salah satu ikon dari Kota Palangka Raya ini dapat saya informasikan bahwa untuk cuaca, iklimnya sudah sangat normal,” ujar Samuel.

Menurut Samuel, warga mulai kembali memanfaatkan ruang publik untuk melakukan berbagai aktivitas, termasuk berolahraga guna menjaga daya tahan tubuh. Ramainya warga di Bundaran Besar juga menunjukkan kembali meningkatnya aktivitas masyarakat di luar ruangan setelah kondisi kabut asap berangsur membaik.

Baca Juga :

Pembelajaran Tatap Muka di Palangka Raya Kembali Berlangsung Terbatas

Meski demikian, kualitas udara Palangka Raya masih perlu menjadi perhatian. Berdasarkan pembaruan pukul 16.00 WIB, indeks kualitas udara berada di angka 120. 

Sementara itu, berdasarkan pantauan Samuel sejak pagi hingga sore hari, tidak terlihat aktivitas pemadaman maupun pendinginan karhutla di Kota Palangka Raya. 

“Dan tidak hanya itu juga, untuk penanganan secara aktifnya dalam peristiwa karhutla pada hari ini, dari pagi hingga sore hari lewat pantauan kami, belum melihat adanya tindakan ataupun upaya pemadaman serta pendinginan dari pihak-pihak Kota Palangka Raya dikarenakan memang lewat dashboard dari BNPB juga diketahui bahwa untuk titik api di Kota Palangka Raya ini berada pada status yang nihil ataupun tidak ada,” ujarnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ada Isu Pencabutan Bea Keluar Emas, Menperin Ingatkan Potensi Kekurangan Bahan Baku
• 22 jam lalu
0
thumb
Kepala BGN Klaim Berhasil Kembalikan Anggaran MBG Rp 44 Triliun ke Kas Negara
• 10 jam lalu
0
thumb
Zee Asadel Akting Bareng Sherina Munaf di Filosofi Teras: Kayak Kakak Sendiri
• 12 jam lalu
0
thumb
Jelang Sidang 5 November, Dokter Tifa Buka Kanal Pertanyaan Publik untuk Jokowi
• 8 jam lalu
0
thumb
Berada di Grup F Bersama Jepang dan Thailand, Ini Komentar Kurniawan Soal Peluang Timnas di Ajang Piala Asia 2027
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.