Rosan Mau UMKM di RI Berkurang: Kapan Naik Kelasnya?

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani berharap jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia berkurang seiring dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang naik kelas menjadi usaha menengah dan besar.

Rosan yang juga menjabat CEO Badan Pengelola Investasi Danantara itu mengatakan pemerintah tidak seharusnya hanya berbangga dengan besarnya jumlah UMKM, tetapi juga perlu mendorong peningkatan skala usaha agar semakin banyak pelaku usaha berkembang.

Baca Juga :
Rosan Ungkap Bukti Investor Masih Percaya RI di Rapimnas Kadin 2026
Di Tengah Isu Asap Karhutla, Rosan Sebut Singapura Tetap Komitmen Investasi di RI

“Saya penginnya UMKM di Indonesia itu makin berkurang. Makin sedikit. Karena kalau jadi UMKM terus, kapan naik kelasnya?” kata Rosan dalam Rapimnas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Ia mencontohkan, apabila saat ini terdapat sekitar 60 juta UMKM, jumlah tersebut diharapkan dapat berkurang menjadi 50 juta pada tahun berikutnya dan 40 juta pada tahun selanjutnya, seiring dengan semakin banyaknya usaha yang berkembang menjadi usaha menengah dan besar.

Menurut Rosan, peningkatan skala usaha tersebut sejalan dengan upaya memperkuat daya saing pelaku usaha nasional agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok global.

Ia juga menekankan pentingnya peran pengusaha besar dalam membantu UMKM berkembang, terutama melalui pendampingan dan kemitraan dengan pelaku usaha di berbagai daerah.

Rosan mengatakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM juga menjalankan program kemitraan dengan UMKM di daerah. Tercatat sekitar 1.000 UMKM telah mengikuti program tersebut dengan nilai kemitraan sekitar Rp20 triliun.

Ia berharap kemitraan antara usaha besar dan UMKM dapat memperluas kesempatan usaha serta mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha di daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 65,5 juta unit usaha dan berkontribusi 61,9 persen terhadap PDB. UMKM juga menyerap 119 juta lebih tenaga kerja atau sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional. (Ant)

Baca Juga :
PNM Dukung Perempuan Pontianak Kembangkan Usaha, Dari Ruang Belajar hingga Potensi Lokal
Ibas Dorong UMKM dan Batik Kendal Naik Kelas, Perluas Akses Permodalan dan Pasar
Diikuti Puluhan UMKM, SMEXPO Cirebon 2026 Diapresiasi Wali Kota karena Buka Peluang Akses Pasar Lebih Luas

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Banjir Bandang Terjang Gayo Lues, Warga Panik Selamatkan Diri
• 17 jam lalu
0
thumb
Duel SUV Rp200 Jutaan: Honda WR-V vs Wuling Alvez
• 16 jam lalu
0
thumb
Kemensos Hadirkan Beragam Layanan Gratis dalam Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat
• 10 jam lalu
0
thumb
Polri Gandeng Buruh Perkuat Sinergi dan Jaga Kamtibmas Kondusif
• 3 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo Tekankan Kedaulatan Data sebagai Fondasi Keutuhan Bangsa
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.