Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo meminta para pengusaha anggota Kadin untuk menghentikan praktik memanipulasi pergerakan harga saham atau dikenal saham gorengan.
"Saya minta kawan-kawan dari Kadin, mohon kegiatan (saham) goreng-gorengan itu dihentikan. Mohon dengan sangat, praktek goreng-gorengan segera dihentikan," kata Hashim dalam Rapimnas Kadin, di Jakarta, Kamis (29/10).
Saham gorengan adalah saham yang pergerakan harga dan volumenya dimanipulasi oleh pihak tertentu yang disebut bandar atau pemodal besar. Manipulasi itu membuat harga saham bergerak naik atau turun secara tidak wajar, tanpa didukung oleh kinerja fundamental atau kondisi keuangan perusahaan.
Hashim menyebut terdapat indikasi praktik-praktik yang tidak sehat yang terjadi di bursa saham Indonesia. "Saya gak usah sebut siapa, tapi ada saham-saham yang istilahnya digoreng. Itu betul atau tidak?" kata dia.
Penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyoroti transparansi, likuiditas, kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada segelintir pihak, dan porsi saham beredar publik atau free float yang terbatas. Catatan MSCI ini menjadi indikasi indikasi perdagangan saham yang tidak sehat atau praktik saham gorengan di bursa saham Indonesia.
Hashim mengatakan persoalan integritas pasar saham perlu ditangani agar investor domestik maupun asing tetap memiliki kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Dia juga mengingatkan dampak kondisi pasar terhadap investor ritel yang berjumlah 32,7 juta orang.
Hashim juga mengingatkan agar pemerintah serius menangani masalah di bursa saham. Dia memperkirakan arus keluar investor asing akan membuat pelemahan rupiah hingga menembus Rp22.000 per dolar Amerika Serikat (AS) imbas MSCI. MSCI berpotensi menurunkan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Hashim mendorong pemerintah perlu segera menyelesaikannya untuk menjaga kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan Indonesia. Penurunan kepercayaan investor berpotensi mendorong arus keluar modal asing dan menekan nilai tukar rupiah.
Ia memperingatkan, jika investor asing menarik dananya dari pasar modal Indonesia, tekanan terhadap rupiah dapat meningkat.
“Rupiah bisa semakin lemah. Saya sudah hitung bisa jadi 20-21 ribu. Ada yang bilang 22 ribu,” ujar Hashim dalam Rapimnas Kadin, di Jakarta, Kamis (29/10).
Hashim juga mengingatkan pelemahan rupiah dapat meningkatkan beban pembayaran pinjaman luar negeri. Kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap perekonomian apabila terjadi bersamaan dengan keluarnya modal asing dari pasar keuangan domestik.





Komentar (0)