Kemenkop Bersama Pertamina Resmikan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah Melalui KDKMP

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

BANYUMAS, DISWAY.ID-- Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama PT Pertamina (Persero) melakukan launching Pilot Project Pengepulan Minyak Jelantah melalui Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di empat KDKMP di Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (29/10). 

Pilot project ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mendorong usaha produktif bagi KDKMP sekaligus sebagai upaya menjaga pencemaran lingkungan akibat minyak jelantah (used cooking oil).

BACA JUGA:Hashim Sebut Rekening Gratis untuk Warga 17 Tahun, Bukan HP Gratis

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan bahwa kerja sama ini tidak hanya untuk mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat dan koperasi melalui penerapan ekonomi hijau, tetapi juga sebagai langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan.

Nantinya piloting project ini akan dijadikan rujukan nasional agar semakin banyak KDKMP di seluruh Indonesia yang juga menjadikan pengumpulan minyak jelantah sebagai usaha baru.

"Ini bisa menjadi model yang bisa digunakan di seluruh KDKMP di seluruh Indonesia. Minyak jelantah yang dikumpulkan selanjutkan dijual ke PT Pertamina Patra Niaga, untuk selanjutnya diproses di kilang untuk dijadikan sebagai bahan bakar avtur yang akan dijual kepada aviasi. Bahkan tidak tertutup kemungkinan kita bisa mengekspor avtur ini yang berbahan baku dari minyak jelantah," kata Menkop Ferry.

BACA JUGA:Lirik Lagu Coming Up Roses - Harry Styles Lengkap Makna dan Terjemahan, Keinginan Pertahankan Hubungan

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Anggota DPR RI Komisi V Novita Wijayanti.

Lebih lanjut, Menteri Koperasi menjelaskan bahwa skema bisnis ini dirancang saling menguntungkan dan memberikan margin keuntungan yang jelas bagi Anggota KDKMP. 

Selain aspek bisnis, langkah ini didasari oleh urgensi penyelamatan lingkungan hidup, mengingat satu liter minyak jelantah yang dibuang sembarangan memiliki potensi pencemaran yang setara dengan satu juta liter air bersih.

BACA JUGA:Irsan Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Gapensi Kabupaten Bogor Periode 2026-2031 ‎ ‎

"Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana mengajak masyarakat agar punya kesadaran terhadap lingkungan hidup. Minyak jelantah yang selama ini tidak pernah terpakai dan mereka buang,  sekarang bisa dijual kepada kami melalui KDKMP dan selanjutnya dimanfaatkan dan diprodes oleh PT Pertamina Patraniaga," katanya.

Agar pilot project ini dapat berjalan optimal, Menkop menyatakan perlunya ekosistem pengumpulan minyak jelantah  yang melibatkan rumah tangga, warung  makan, restoran, industri kecil, dan Satuan  Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia menambahkan bahwa kehadiran KDKMP sebagai pengepul resmi minyak jelantah akan mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah domestik. 

Melalui kampanye bertajuk "Jelantah Jadi Berkah: Koperasi Menggerakkan Kesejahteraan Rakyat melalui Ekonomi Hijau", gerakan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mendistribusikan kesejahteraan secara merata hingga ke pelosok pedesaan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
INPP Catat Pendapatan Rp1,3 Triliun hingga Kuartal III-2026, Laba Bersih Rp170 Miliar
• 7 jam lalu
0
thumb
PNBP Minerba Tembus Rp131 Triliun, 98% dari Target 2026
• 25 menit lalu
0
thumb
Kasus Ikan Asin Disemprot Insektisida, Waka Komisi IX Minta BPOM Perketat Pengawasan
• 8 jam lalu
0
thumb
Jaringan kereta cepat Spanyol menuai sorotan setelah tabrakan maut
• 6 jam lalu
0
thumb
Edarkan Sabu, 3 Pelajar di Dompu NTB Ditangkap Polisi
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.