Impor Migas lewat Lemigas Masih Transisi, Bahlil Pastikan Tak Pakai APBN

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah tengah menata ulang jalur impor minyak dan gas bumi.

Impor Migas lewat Lemigas Masih Transisi, Bahlil Pastikan Tak Pakai APBN. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pemerintah tengah menata ulang jalur impor minyak dan gas bumi. Ke depan, pengadaan migas yang selama ini dilakukan PT Pertamina (Persero) akan dijalankan melalui Lemigas. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan skema tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Tidak dari APBN ya," ujar Bahlil kepada awak media di sela FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta, dikutip Kamis (29/10/2026).

Baca Juga:
Soal RUU Migas,Bahlil: BUK Punya Kewenangan Besar hingga Insentif Pajak untuk Eksplorasi

Meski peraturan presiden (perpres) yang menjadi dasar kebijakan ini sudah terbit, Bahlil menyebut pelaksanaannya masih memasuki masa transisi. Pemerintah perlu berkonsolidasi lebih dulu dengan Pertamina sebelum skema tersebut diterapkan.

"Transisinya itu butuh waktu setelah kita melakukan konsolidasi dengan Pertamina, baru kita bisa implementasi. Karena tidak serta-merta langsung," ujarnya.

Baca Juga:
Kejar Lifting dan Tekan Impor, Bahlil Minta KKKS segera Eksekusi Blok yang Sudah Kantongi PoD

Bahlil menjelaskan, skema ini menyasar pengadaan yang selama ini dijalankan Pertamina. Ke depan, sejumlah penugasan yang menyangkut hajat hidup orang banyak juga dapat dilakukan melalui Lemigas. Adapun badan usaha swasta tidak diwajibkan mengikutinya.

"Kalau untuk swasta enggak dong harusnya ya. Kalau swasta itu urusan mereka," kata Bahlil. 

Baca Juga:
Bahlil Sebut Minyak Mentah Lebih Dicari Daripada Emas Imbas Ketegangan Geopolitik

Untuk sumber pasokannya, Bahlil menilai negara asal impor masih merupakan persoalan teknis. Terkait kabar potensi pasokan 30 juta barel minyak dari Uni Emirat Arab, ia menegaskan rencana itu belum final. "Itu masih potensi ya. Semuanya masih penjajakan ya," katanya.

Penataan pengadaan ini dilakukan di tengah tingginya kebutuhan impor energi. Dalam sambutannya pada forum yang sama, Bahlil menyebut Indonesia masih mengimpor sekitar 700-750 ribu barel minyak per hari, sementara sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional juga masih dipenuhi dari impor.

Setelah masa transisi dan konsolidasi dengan Pertamina rampung, skema pengadaan melalui Lemigas diharapkan membuat jalur impor migas lebih tertata, tanpa membebani APBN.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PSSI Cari Alternatif Uji Coba Timnas Indonesia di Luar Negeri
• 20 jam lalu
0
thumb
Unjuk Rasa di DPRD DIY, Massa Aksi Dorong Karhutla Jadi Bencana Nasional
• 7 jam lalu
0
thumb
Erick Thohir Pastikan Nasib Piala Asia 2027 Ditentukan Rapat Exco AFC di Thailand pada 18 November 2026, Timnas Indonesia Butuh Kepastian
• 9 jam lalu
0
thumb
Vietnam Catat Rekor, Investasi Asing Capai Rp 909 Triliun hingga September 2026
• 11 jam lalu
0
thumb
BMKG Ungkap Penyebab Gempa M6,0 Guncang Oksibil Papua, Dirasakan di Jayapura
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.