Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih melakukan penelusuran dan pengujian sampel produk Beeru Stevia menyusul dugaan kandungan pemanis buatan yang diungkap Dokter Detektif (Doktif).
BPOM mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan sampel untuk diuji. Hasil pemeriksaan akan disampaikan setelah pengujian selesai.
“Saat ini, BPOM masih melakukan penelusuran untuk pengambilan sampel dan pengujian. Informasinya akan disampaikan setelah hasil uji tersedia,” tulis BPOM dikutip, Kamis (29/10).
Dalam hasil pengujian mandiri yang diungkapkan Doktif, Beeru Stevia disebut mengandung dua jenis pemanis buatan, yakni sukralosa dan neotam. Hasil tersebut mencatat kadar sukralosa sebesar 101.297,89 miligram per liter (mg/L) dan neotam sebesar 5.280,99 mg/L.
Selain itu, pengujian tersebut juga mencatat kandungan karbohidrat sebesar 47,21 persen dan energi total sebesar 188,84 kilokalori per 100 gram sampel. Menurut Doktif karbo dapat diubah menjadi gula dalam tubuh sehingga tidak tepat jika produk itu disebut 0 kalori.
Kendati demikian, hasil pengujian mandiri tersebut belum menjadi kesimpulan resmi BPOM terkait kandungan maupun keamanan produk.
Produk Beeru Stevia terdaftar di BPOM dengan nomor registrasi MD 878011037370. Produk ini didaftarkan oleh CV. M3 OIL. Pendaftar merupakan perusahaan manufaktur (food manufacturer) yang menjalankan jasa maklon untuk memproduksi dan mengemas pemanis merek Beeru Stevia.
Beeru Stevia Hentikan Sementara PenjualanTerkait polemik tersebut, manajemen Beeru Indonesia menghentikan sementara penjualan produknya hingga proses verifikasi selesai. Keputusan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi Beeru Indonesia.
Dalam keterangannya, Beeru menyebut tengah berkoordinasi dengan mitra manufaktur dan melakukan verifikasi lebih lanjut terkait produk tersebut.
“Perlu kami sampaikan bahwa Beeru Stevia diproduksi melalui kerja sama dengan mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku, dan proses produksi,” demikian keterangan Beeru Indonesia, Rabu (28/10).
Beeru menyatakan proses verifikasi dilakukan untuk memastikan kembali kesesuaian produk sebelum penjualan dilanjutkan.
Sementara itu, pihak manufaktur Beeru, CV M3 OIL, juga menyampaikan pernyataan terkait produk tersebut. Perusahaan mengaku sedang melakukan pengujian mandiri melalui dua laboratorium terakreditasi untuk memverifikasi mutu dan keamanan produk.
CV M3 OIL juga menyebut telah mengajukan tindak lanjut kepada BPOM, termasuk pemeriksaan langsung terhadap fasilitas produksi.
“Saat ini 150 botol sampel produksi BEERU telah kami kirimkan untuk pengujian lab. Kami akan menyampaikan klarifikasi lebih lanjut setelah hasil pengujian dari kedua laboratorium tersedia dan tindak lanjut dari BPOM diperoleh,” tulis CV M3 OIL.
CV M3 OIL menyatakan berkomitmen menghasilkan produk pangan yang aman dan bermutu serta bersedia menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang.
“Kami terbuka terhadap proses pemeriksaan oleh pihak yang berwenang dan akan menyampaikan informasi berdasarkan data yang terverifikasi,” tulis perusahaan tersebut.
Hingga hasil pemeriksaan resmi BPOM tersedia, dugaan kandungan pemanis buatan dalam Beeru Stevia masih menunggu verifikasi lebih lanjut.






Komentar (0)