Rosan: Singapura tetap terbuka untuk perkuat investasi di RI

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyatakan komitmen investasi Singapura ke Indonesia tetap terbuka di tengah isu yang muncul di antara kedua negara, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap lintas batas.

“Kebetulan saya kemarin juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura, Pak Vivian (Balakrishnan), dan menyampaikan bahwa komitmen, baik itu investasi maupun hal-hal lainnya, tetap siap, tetap terbuka," kata Rosan usai menghadiri Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis.

Rosan mengatakan kedua negara akan memperkuat koordinasi kerja sama untuk meningkatkan investasi serta mencari peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi Indonesia dan Singapura.

Ia menambahkan dirinya juga terbuka untuk menerima masukan dari pihak Singapura maupun menyampaikan masukan dari Indonesia guna memperkuat kolaborasi kedua negara.

Berdasarkan data BKPM, Singapura menjadi negara dengan realisasi penanaman modal asing (PMA) terbesar di Indonesia pada periode Januari-September 2026, dengan nilai investasi mencapai 14 miliar dolar AS atau sekitar Rp231 triliun atau menyumbang 29,6 persen dari total PMA sebesar Rp777,8 triliun.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (28/10).

Usai pertemuan tersebut, Vivian mengatakan komunikasi di tingkat tertinggi menjadi landasan penting bagi kedua negara untuk merealisasikan komitmen politik melalui tindakan konkret.

Vivian tidak merinci isi pertemuannya dengan Prabowo. Namun, ia menegaskan bahwa kedua negara perlu menindaklanjuti komitmen politik melalui pelaksanaan rencana yang telah disusun.

Dalam kesempatan tersebut, Vivian juga menyinggung persoalan kabut asap lintas batas yang telah berlangsung hampir tiga dekade. Ia menekankan pentingnya pendekatan kolektif dan komunikasi terbuka antara negara-negara di kawasan untuk mencegah persoalan serupa terulang.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir juga telah melakukan pertemuan bilateral dengan Vivian di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (27/10).

Dalam pertemuan itu, kedua menlu membahas sejumlah isu, termasuk karhutla. Arrmanatha menegaskan bahwa penanganan karhutla yang berdampak hingga ke negara tetangga, termasuk Singapura, menjadi prioritas pemerintah Indonesia.

Selain itu, Indonesia dan Singapura menyepakati pembentukan satuan tugas (satgas) untuk memperkuat upaya bersama dalam menangani karhutla beserta dampaknya.



Baca juga: Pemerintah tengah siapkan regulasi pendirian PFII di Jakarta

Baca juga: Mendag ajak AS perkuat kerja sama perdagangan dan investasi

Baca juga: Rosan jajaki investasi tekstil hingga otomotif, upayakan terealisasi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Foto: Batu Besar dan Lumpur Sisa Banjir Bandang Tutupi Wilayah Phuket Thailand
• 4 jam lalu
0
thumb
Bakesbangpol Surabaya Apresiasi Kopi Cangkruk 2026, Siap Fasilitasi Aspirasi Pemuda
• 21 jam lalu
0
thumb
Keunggulan Sementara Netanyahu di Pemilu Israel
• 17 jam lalu
0
thumb
Kampung Berlan Jaktim Digerebek: 8 Orang Ditangkap, 7 Positif Narkoba
• 21 jam lalu
0
thumb
Mobil Mercy Tabrak Pedagang Mi Balap di Sumut, 1 Tewas dan 4 Luka-luka
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.