Pemerintah Spanyol Tetapkan Tiga Hari Berkabung untuk Korban Tabrakan Kereta Cepat

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Pedro Sánchez Perdana Menteri Spanyol mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari menyusul kecelakaan dua kereta cepat di Provinsi Toledo yang membuat sedikitnya 68 orang meninggal, pada Rabu (28/10/2026) waktu setempat.

Pengumuman tersebut disampaikan Sánchez saat mengunjungi lokasi kecelakaan yang melibatkan kereta cepat milik perusahaan negara RENFE dan operator swasta IRYO. “Hari ini seluruh Spanyol berduka,” kata Sánchez di lokasi kejadian, dilansir The Associated Press.

Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, Sánchez menyerukan peningkatan keselamatan transportasi kereta cepat untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perkeretaapian Spanyol.

Ia menyoroti kembali terjadinya kecelakaan kereta cepat yang menimbulkan korban jiwa dalam tahun yang sama. “Tidak dapat diterima jika negara seperti Spanyol mengalami dua kecelakaan kereta cepat dalam tahun yang sama,” tegasnya.

Kecelakaan di Toledo menjadi tragedi kereta cepat kedua di Spanyol sepanjang 2026. Sebelumnya, kecelakaan yang juga melibatkan operator RENFE dan IRYO terjadi di wilayah selatan Spanyol pada Januari lalu.

Sebelumnya, Pemerintah wilayah Castilla-La Mancha mengonfirmasi sedikitnya 68 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Selain itu, puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut pengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol, ADIF, kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.53 waktu setempat di antara wilayah Urda dan Los Yébenes, Provinsi Toledo.

Kereta RENFE yang melaju dari Madrid menuju Sevilla menabrak bagian belakang kereta IRYO yang sedang berhenti di jalur yang sama. Benturan menyebabkan dua gerbong belakang IRYO serta bagian depan kereta RENFE keluar dari rel.

Saat kejadian, kereta RENFE mengangkut 397 penumpang, sementara IRYO membawa 147 penumpang.

Óscar Puente Menteri Transportasi Spanyol mengatakan, penyelidikan awal menyoroti instruksi pusat kendali yang mengizinkan kereta RENFE kembali berjalan setelah terjadi gangguan sistem keselamatan.

Menurutnya, kereta tersebut seharusnya tidak diizinkan melanjutkan perjalanan selama sinyal berhenti masih aktif. Namun, Puente menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.

Raja Spanyol hingga Uni Eropa Sampaikan Belasungkawa

Felipe VI, Raja Spanyol turut mengunjungi lokasi kecelakaan untuk melihat penanganan korban dan proses evakuasi. Keluarga Kerajaan Spanyol turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta dukungan kepada seluruh korban luka.

“Kami turut merasakan duka keluarga dan orang-orang terdekat yang kehilangan nyawa mereka, serta menyampaikan dukungan tulus kepada para korban luka dan semua pihak yang terdampak,” demikian pernyataan keluarga kerajaan.

Ursula von der Leyen Presiden Komisi Eropa juga menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Spanyol. “Hati saya bersama keluarga dan orang-orang terdekat para korban. Hari ini, Eropa berduka bersama kalian,” ujarnya.

Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, Federasi Sepak Bola Spanyol menunda seluruh 24 pertandingan Copa del Rey yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu.

Sementara itu, layanan kereta cepat antara Madrid, Ciudad Real, dan Andalusia dihentikan sementara. Pemerintah Spanyol masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut. (bil/faz)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sapa Warga Bali, Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar 2026 Digelar Lebih Lama
• 12 jam lalu
0
thumb
Kapolri-Muhammadiyah Sepakat Perkuat Pencegahan Judol hingga Konflik Sosial
• 3 jam lalu
0
thumb
Denny Indrayana Walkout dari Sidang Suket Ijazah Gibran
• 7 jam lalu
0
thumb
Karhutla Diharapkan Tidak Ganggu Investasi Singapura di Indonesia
• 5 jam lalu
0
thumb
AI dan masa depan pengawasan pemilu
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.