Bank Dunia Peringatkan Lonjakan Harga Komoditas Global, Emas dan Minyak Ikut Terdampak

medcom.id
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Harga komoditas dunia diperkirakan melonjak pada 2026 seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan global. Bank Dunia memproyeksikan harga komoditas secara keseluruhan naik 23,1 persen sebelum turun 7 persen pada 2027.

Mengutip laporan Commodity Markets Outlook edisi Oktober dalam laman Anadolu Ajansi pada Kamis, 29 Oktober 2026, Bank Dunia menyoroti konflik di Timur Tengah yang berpotensi menekan cadangan minyak dan mendorong harga energi ke tingkat tertinggi dalam empat tahun terakhir. Di saat bersamaan, gangguan pengiriman biji-bijian dan fenomena El Nino meningkatkan risiko penurunan hasil panen serta memburuknya akses masyarakat terhadap pangan.

Harga energi diproyeksikan naik 32 persen pada 2026 setelah mengalami penurunan selama tiga tahun. Harga minyak mentah Brent diperkirakan meningkat dari rata-rata USD69 per barel pada 2025 menjadi USD91 per barel pada 2026, sebelum turun ke USD79 per barel pada 2027.

Risiko kenaikan harga bahkan bisa lebih besar jika konflik di Timur Tengah meluas dan kerusakan infrastruktur minyak Rusia berlanjut. Dalam skenario negatif ketika berbagai risiko terjadi secara bersamaan, harga Brent berpotensi mencapai rata-rata USD105 per barel pada 2027.

Bank Dunia juga memperkirakan pasokan minyak global turun 5,2 persen pada 2026. Angka tersebut menjadi penurunan terbesar dalam lebih dari 40 tahun, jika tidak memperhitungkan resesi global pada 2020. Sementara itu, konsumsi minyak diperkirakan menyusut 2,5 persen, salah satunya akibat kenaikan harga yang menekan permintaan dan meningkatnya elektrifikasi, khususnya di Tiongkok.
 

Baca Juga :

Satu Barel Berapa Liter? Ini Konversi dan Fungsinya dalam Industri Migas
  Harga Pangan, Logam, dan Emas Ikut Menguat
Tekanan tidak hanya terjadi pada sektor energi. Harga komoditas pangan diperkirakan naik 10,3 persen pada 2026 dan 7,2 persen pada 2027. Konflik yang menghambat pengiriman biji-bijian, ancaman El Nino terhadap panen, serta tingginya harga bahan bakar dan pupuk menjadi faktor pendorong kenaikan biaya produksi pertanian.

Bank Dunia memperingatkan bahwa kombinasi lonjakan harga energi, serangan terhadap pengiriman biji-bijian di Laut Hitam, dan El Nino yang parah dapat memicu krisis pangan. Dalam skenario tersebut, harga komoditas pangan pada 2027 bisa mencapai 12 persen di atas perkiraan dasar dan melampaui level 2022.

Harga pupuk diproyeksikan meningkat 14,3 persen pada 2026, sebelum kembali ke tingkat 2025 pada tahun berikutnya. Adapun harga logam diperkirakan naik 24,5 persen pada 2026, didorong permintaan dari investasi energi terbarukan, kendaraan listrik, dan data center, serta gangguan pasokan. Harga aluminium, tembaga, dan timah bahkan diperkirakan mencapai rekor tertinggi sebelum harga logam secara keseluruhan turun 3,3 persen pada 2027.

Kenaikan tajam juga diperkirakan terjadi pada logam mulia yang diproyeksikan naik 39,9 persen pada 2026, karena meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan.

Harga emas diperkirakan meningkat 33,6 persen pada 2026, sedangkan harga perak berpotensi melonjak 75,9 persen. Meski keduanya diproyeksikan turun pada 2027, harga logam mulia secara keseluruhan diperkirakan tetap lebih dari tiga kali lipat rata-rata periode 2015–2019.

Asisten Kepala Ekonom sekaligus Direktur Kelompok Ekspektasi Bank Dunia, Ayhan Kose, mengatakan pasar komoditas sedang menghadapi sejumlah guncangan besar secara bersamaan. Kenaikan biaya energi dan gangguan perdagangan telah mendorong harga berbagai komoditas dan berisiko memperburuk inflasi, kerawanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi.

Kose menegaskan perlindungan terhadap kelompok masyarakat termiskin dan dukungan bagi negara berpenghasilan rendah yang terbebani utang harus menjadi prioritas. Untuk membantu negara-negara menghadapi dampak kenaikan harga, Grup Bank Dunia menyatakan telah menyediakan pembiayaan antara USD50 miliar hingga USD60 miliar melalui instrumen yang tersedia, termasuk USD25 miliar dalam pembiayaan yang telah diatur sebelumnya. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Bank Dunia Peringatkan Lonjakan Harga Komoditas Global, Emas dan Minyak Ikut Terdampak Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/global/dN6ylAqK-bank-dunia-peringatkan-lonjakan-harga-komoditas-global-emas-dan-minyak-ikut-terdampak

(ANN)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
SIBF 2026 tawarkan 43 proyek potensial kepada investor
• 22 jam lalu
0
thumb
Polri dan PBNU perkuat kebersamaan untuk jaga kamtibmas
• 2 jam lalu
0
thumb
Kalender Jawa November 2026 Lengkap dengan Weton dan Penanggalan Hijriah
• 17 jam lalu
0
thumb
Penjualan Antam Nyaris Rp90 Triliun, Saham ANTM Diproyeksi Makin Menarik
• 7 jam lalu
0
thumb
Link Nonton Drama Doctor X Episode 7–8 Sub Indo, Spoiler: Rahasia Masa Lalu Kim Ji Won Terbongkar?
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.