Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membentuk tim khusus untuk mengoordinasikan dan merumuskan rencana kerja sama konkret dengan Pemerintah Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, Tiongkok, di bidang kebudayaan, pariwisata, perdagangan, pertanian, hingga energi hijau.
"Untuk tindak lanjut pertemuan ini, sebaiknya dibentuk tim yang mengomunikasikan dan merumuskan rencana kerja sama," kata Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi delegasi Ningxia.
Gubernur Koster dalam keterangan resmi di Denpasar, Kamis, juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Ningxia sekaligus menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan hubungan kerja sama antardaerah di kedua negera tersebut.
“Saya menyambut baik tindak lanjut kerja sama yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok, terkait penawaran kerja sama yang disampaikan, kami sangat setuju,” ujarnya.
Ia menjelaskan Pemprov Bali saat ini berfokus pada pengembangan energi bersih dan kendaraan listrik berbasis baterai sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan Bali yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, sektor energi hijau dinilai sebagai salah satu bidang yang paling potensial untuk dijajaki secara mendalam melalui kolaborasi yang saling menguntungkan dengan Ningxia.
Di samping itu, Gubernur Koster juga menyampaikan rencana kunjungannya ke Tiongkok pada November 2026.
Kunjungan ke Ningxia dapat dipertimbangkan serta disesuaikan dengan agenda yang telah direncanakan sebagai upaya memperkuat komunikasi dan penjajakan kerja sama secara langsung.
Ketua delegasi sekaligus anggota Komite Tetap Komite Partai Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia Dou Jingli menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan sambutan dari Pemprov Bali.
Ia menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah untuk menindaklanjuti kesepakatan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah menerima kunjungan kami di Bali, Kami berharap melalui pertemuan ini, kita dapat bertukar pikiran mengenai berbagai program yang telah dilaksanakan di Bali sekaligus menjajaki peluang kerja sama ke depan,” ujar Dou Jingli.
Baca juga: Desa Bali di Quanzhou suguhkan nuansa Indonesia di China
Ia memaparkan Ningxia merupakan daerah otonom setingkat provinsi di Tiongkok dengan populasi sekitar 7,32 juta jiwa yang memiliki kekayaan budaya, sejarah panjang, serta masyarakat terbuka dan toleran, mirip dengan karakteristik kehidupan masyarakat Bali.
Selain itu, Ningxia memiliki potensi besar di bidang sumber daya alam, pariwisata, pertanian, perdagangan, dan energi hijau yang dapat menjadi dasar pengembangan kemitraan strategis kedua pihak.
Sejauh ini, Ningxia tercatat telah menjalin hubungan kerja sama resmi dengan 69 kota atau provinsi di berbagai negara di dunia.
Dou Jingli berharap Bali dapat menjadi salah satu mitra berikutnya melalui pengembangan kerja sama antardaerah yang berkelanjutan.
“Kami berharap hubungan Ningxia Hui dan Bali dapat semakin erat, ada banyak bidang yang bisa kita kembangkan bersama, terutama kebudayaan dan pariwisata, perdagangan, pertanian, serta energi hijau,” kata dia.
Khusus di bidang kebudayaan dan pariwisata, Ningxia memandang Bali sebagai destinasi internasional yang kaya pengalaman dalam pengelolaan pariwisata untuk dijadikan bahan pertukaran pengetahuan.
Delegasi Ningxia juga menawarkan kerja sama perdagangan, pertanian, serta energi hijau yang diharapkan dapat diperkuat melalui pembentukan kemitraan sister province (provinsi bersaudara) sebagai landasan hubungan jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut, Dou Jingli turut menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur Bali untuk berkunjung ke Ningxia mendiskusikan peluang kerja sama ini secara langsung.
Baca juga: Pemprov Bali harapkan dukungan China perkuat investasi energi bersih
Baca juga: Indonesia dinobatkan jadi negara tujuan wisata utama dari media China
Baca juga: Menilik hasil kerja sama pertanian padi antara China-Indonesia di Bali
"Untuk tindak lanjut pertemuan ini, sebaiknya dibentuk tim yang mengomunikasikan dan merumuskan rencana kerja sama," kata Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi delegasi Ningxia.
Gubernur Koster dalam keterangan resmi di Denpasar, Kamis, juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Ningxia sekaligus menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan hubungan kerja sama antardaerah di kedua negera tersebut.
“Saya menyambut baik tindak lanjut kerja sama yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok, terkait penawaran kerja sama yang disampaikan, kami sangat setuju,” ujarnya.
Ia menjelaskan Pemprov Bali saat ini berfokus pada pengembangan energi bersih dan kendaraan listrik berbasis baterai sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan Bali yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, sektor energi hijau dinilai sebagai salah satu bidang yang paling potensial untuk dijajaki secara mendalam melalui kolaborasi yang saling menguntungkan dengan Ningxia.
Di samping itu, Gubernur Koster juga menyampaikan rencana kunjungannya ke Tiongkok pada November 2026.
Kunjungan ke Ningxia dapat dipertimbangkan serta disesuaikan dengan agenda yang telah direncanakan sebagai upaya memperkuat komunikasi dan penjajakan kerja sama secara langsung.
Ketua delegasi sekaligus anggota Komite Tetap Komite Partai Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia Dou Jingli menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan sambutan dari Pemprov Bali.
Ia menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah untuk menindaklanjuti kesepakatan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah menerima kunjungan kami di Bali, Kami berharap melalui pertemuan ini, kita dapat bertukar pikiran mengenai berbagai program yang telah dilaksanakan di Bali sekaligus menjajaki peluang kerja sama ke depan,” ujar Dou Jingli.
Baca juga: Desa Bali di Quanzhou suguhkan nuansa Indonesia di China
Ia memaparkan Ningxia merupakan daerah otonom setingkat provinsi di Tiongkok dengan populasi sekitar 7,32 juta jiwa yang memiliki kekayaan budaya, sejarah panjang, serta masyarakat terbuka dan toleran, mirip dengan karakteristik kehidupan masyarakat Bali.
Selain itu, Ningxia memiliki potensi besar di bidang sumber daya alam, pariwisata, pertanian, perdagangan, dan energi hijau yang dapat menjadi dasar pengembangan kemitraan strategis kedua pihak.
Sejauh ini, Ningxia tercatat telah menjalin hubungan kerja sama resmi dengan 69 kota atau provinsi di berbagai negara di dunia.
Dou Jingli berharap Bali dapat menjadi salah satu mitra berikutnya melalui pengembangan kerja sama antardaerah yang berkelanjutan.
“Kami berharap hubungan Ningxia Hui dan Bali dapat semakin erat, ada banyak bidang yang bisa kita kembangkan bersama, terutama kebudayaan dan pariwisata, perdagangan, pertanian, serta energi hijau,” kata dia.
Khusus di bidang kebudayaan dan pariwisata, Ningxia memandang Bali sebagai destinasi internasional yang kaya pengalaman dalam pengelolaan pariwisata untuk dijadikan bahan pertukaran pengetahuan.
Delegasi Ningxia juga menawarkan kerja sama perdagangan, pertanian, serta energi hijau yang diharapkan dapat diperkuat melalui pembentukan kemitraan sister province (provinsi bersaudara) sebagai landasan hubungan jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut, Dou Jingli turut menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur Bali untuk berkunjung ke Ningxia mendiskusikan peluang kerja sama ini secara langsung.
Baca juga: Pemprov Bali harapkan dukungan China perkuat investasi energi bersih
Baca juga: Indonesia dinobatkan jadi negara tujuan wisata utama dari media China
Baca juga: Menilik hasil kerja sama pertanian padi antara China-Indonesia di Bali






Komentar (0)