Ramai di media sosial setelah unggahan Dokter Detektif alias Doktif menjelaskan bahwa pemanis Beeru Stevia, yang diklaim sebagai pemanis nol kalori pengganti gula, mengandung pemanis buatan yang melebihi aturan BPOM, Rabu (28/10). Netizen pun heboh, banyak yang mengaku pakai produk tersebut buat pengganti gula.
Beeru Indonesia sebagai pemilik brand klarifikasi. Katanya, produksi produk mereka itu lewat kerja sama dengan mitra dan sedang ditelusuri lebih lanjut. Beeru kini sedang menghentikan sementara penjualan produknya.
“Kami juga memohon maaf atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” demikian pernyataan Beeru di akun medsos resminya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut menyoroti kasus ini. Kemenkes meminta masyarakat untuk memperhatikan komposisi dan informasi nilai gizi produk, termasuk yang mengeklaim rendah gula (low sugar) atau tanpa gula (zero sugar).
“Pemanis pengganti gula juga bukan solusi utama untuk mengendalikan berat badan dalam jangka panjang,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman saat dihubungi kumparan, Kamis (29/10).
Aji meminta masyarakat tidak langsung menganggap produk berlabel low sugar atau zero sugar pasti lebih sehat.
Lantas, apakah kamu pernah mencoba stevia sebagai pengganti gula? Sampaikan jawaban kamu dalam polling kumparan di bawah ini. Sampaikan juga pengalaman kamu di kolom komentar.






Komentar (0)