Anindya Bakrie Kutip Data IMF: Indonesia Justru Jadi 'Bright Spot' di Tengah Ketidakpastian Global

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat di tengah tantangan global.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Menurut Anindya, dunia saat ini tengah membangun cadangan darurat sebagai bentuk antisipasi ketidakpastian global.

"Dunia sedang membangun cadangan darurat dan ini bukan negara-negara kecil. Amerika Serikat mengatakan 90 hari untuk cadangan BBM, lalu Inggris meminta warganya 72 jam untuk bisa berdiri sendiri atau swasembada dan siaga bencana tiga hari setiap rumah mesti punya stok," ujar Anindya.

Anindya menyebut, Indonesia juga membangun ketahanan di sektor pangan, air, dan energi. Menurutnya, ketahanan tersebut merupakan bagian dari kedaulatan negara.

"Ketahanan pangan, air, dan energi adalah bagian daripada kedaulatan Indonesia. Ini juga sering dikumandangkan oleh Pak Presiden Prabowo dan juga oleh Presiden Soekarno dengan Trisaktinya, yaitu kedaulatan ekonomi selain kedaulatan politik dan kebudayaan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Anindya juga menjawab pertanyaan publik terkait isu apakah Indonesia berada di ambang krisis. Ia meminta untuk melihat data fundamental ekonomi.

"Kita lihat tahun 1998 minus 13 persen, 2020 waktu Covid minus 2,1 persen, sedangkan sekarang plus 5,1 persen. Fundamental kita kuat," ucapnya.

Anindya menambahkan, International Monetary Fund (IMF) pada 2025 menyebut Indonesia sebagai bright spot. Menurutnya, predikat tersebut masih relevan hingga saat ini.

"Indonesia continues to be the bright spot. Kenapa? Karena kita resilient atau mempunyai daya tahan, daya tahan berdasarkan data dan juga daya tahan berdasarkan alam," ujarnya.

Rapimnas Kadin 2026 sendiri mengusung tema Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia Mendunia. Anindya mengatakan tema tersebut menjadi jawaban atas tantangan global dengan mengoptimalkan potensi nasional.

Rapimnas Kadin tahun ini juga dihadiri Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Silmy Karim Didakwa Terima Gratifikasi Rp33,94 Miliar, Sebagian Berbentuk Saham
• 29 menit lalu
0
thumb
Air Laut Pasang Tinggi Rendam Jalan di Huntington Beach, California
• 20 jam lalu
0
thumb
Gagal Menuju Istana, Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tuntutan di Medan Merdeka Selatan
• 3 jam lalu
0
thumb
Polisi Bongkar 3 Pabrik Narkoba di Tangerang, 2 Kg Sinte Disita
• 2 jam lalu
0
thumb
Nenek Asal Brebes Linglung Cari Keluarga di Panti Jakbar, Polisi Bantu Pulangkan
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.