Informasi Menarik bagi Pencari Kerja, Rekrutmen Terbuka Mirip Seleksi CPNS dan PPPK

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - MAKASSAR – Pemerintah merekrut sekitar 13.000 orang untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia guna operasional Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan rekrutmen secara terbuka dilakukan bertahap untuk menjamin kualitas pengajaran dan pendampingan siswa.

BACA JUGA: Ratusan PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu Diminta Mengembalikan Uang, Tenggat Akhir 2026

Gus Ipul, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa saat ini jumlah tenaga Sekolah Rakyat yang terdiri atas guru, wali asrama, hingga wali asuh telah mencapai lebih dari 13.000 orang.

Meskipun tidak menjelaskan secara terperinci, tetapi ia memastikan rekrutmen dibuka setiap tahun, khususnya bagi wali asuh dan wali asrama untuk kebutuhan Sekolah Rakyat yang ditargetkan 500 unit di seluruh Indonesia pada 2029.

BACA JUGA: Sebegini Jumlah ASN Pensiun, Mayoritas Guru, Kapan Rekrutmen CPNS dan PPPK?

"Kira-kira sudah ada sekitar 13.000 orang, mulai dari guru, wali asrama, wali asuh. Namun, setiap tahun kami akan seleksi ya. Kebutuhan wali-wali ini menyesuaikan kelas, menyesuaikan sarana dan prasarananya yang ditargetkan pemerintah," kata dia di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10).

Dia mengungkapkan pada awal berjalannya program, operasional di Sekolah Rakyat sempat memanfaatkan tenaga pendamping dari pilar-pilar sosial dan pendamping keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

BACA JUGA: Wamensos Agus Jabo Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Mendapat Bekal Keterampilan Kerja

Namun, seiring berjalannya waktu, rekrutmen formasi resmi dilakukan secara terbuka dan transparan sebagaimana seleksi ASN berstatus PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Untuk Sekolah Rakyat sementara memang menggunakan bantuan dari SDM Kementerian Sosial, apakah itu pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) atau pilar-pilar sosial yang lain. Namun, di luar itu kami lakukan seleksi. Ketika hasil seleksi selesai, SDM-nya sudah ada, maka yang diperbantukan di situ ditarik mundur," ujarnya.

Bahkan selain tenaga pendidik dan pengasuh, Mensos menyebutkan bahwa pemenuhan elemen pendukung lainnya seperti tenaga keamanan, juru masak, hingga petugas kebersihan juga terus dilengkapi secara bertahap demi memastikan seluruh fasilitas sekolah dapat berfungsi secara optimal.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini mengusung konsep pengentasan kemiskinan terpadu dengan mengintegrasikan berbagai layanan unggulan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, serta keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, saat ini telah beroperasi 182 titik Sekolah Rakyat baik rintisan maupun terintegrasi. Fasilitas ini menampung 44 ribu siswa jenjang SD, SMP, SMA yang didukung oleh belasan ribu guru, wali asrama dan wali asuh.

Sebanyak 100 Sekolah Rakyat di antaranya sudah memiliki gedung permanen, sebagai bagian dari target besar pembangunan 500 sekolah permanen hingga tahun 2029. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenkes Targetkan Seluruh Puskesmas DKI Dapat Alat Diagnostik TBC Bulan Ini
• 19 jam lalu
0
thumb
Malaysia-Singapura Kritik Soal Asap Karhutla, Dasco: Tak Perlu Dibalas Ketersinggungan
• 14 jam lalu
0
thumb
Militer AS Bisa Menyerang Iran dalam Waktu Paling Cepat 96 Jam, Fasilitas Energi dan Nuklir Jadi Target
• 3 jam lalu
0
thumb
BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Santunan Rp550 Juta untuk Ahli Waris Tiga Korban Karhutla Bromo
• 20 jam lalu
0
thumb
KSP Siap Tampung Aspirasi Masyarakat, Imbau Demo Jangan Anarkis
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.