Silmy Karim Tiba di Pengadilan, Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim menjalani sidang perdana terkait perkara dugaan pemerasan dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di lingkungan Ditjen Imigrasi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK akan membacakan surat dakwaan terhadap Silmy dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini, Kamis (29/10).

Silmy tiba di Pengadilan Tipikor Jakarta bersama 5 terdakwa lainnya sekitar pukul 13.40 WIB. Ia tampak mengenakan kemeja batik, rompi oranye khas KPK, serta tangannya diborgol.

Ketika ditanya mengenai keadaan kesehatannya menjelang mendengar surat dakwaan, ia hanya menjawab singkat.

“Alhamdulillah (sehat),” kata Silmy kepada wartawan di ruang sidang.

Kasus tersebut bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 2-3 Juni 2026 di Jakarta Barat, Jawa Barat, dan Bali. Dalam OTT itu, KPK mengamankan sejumlah pihak. Silmy Karim kemudian turut menyerahkan diri setelah OTT tersebut.

KPK kemudian menetapkan delapan tersangka dalam perkara itu. Selain Silmy, mereka yakni:

Dalam konstruksi perkara KPK, dugaan praktik tersebut berkaitan dengan percepatan pengurusan izin tinggal bagi WNA. Tarif percepatan yang disebut KPK berkisar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta untuk setiap WNA.

KPK menduga Silmy menerima bagian sebesar Rp 100 juta setiap minggu dari praktik tersebut. Uang itu disebut dikumpulkan setiap Jumat.

Dalam penyidikannya, KPK juga menduga hasil praktik tersebut disamarkan melalui sejumlah rekening milik pihak lain. KPK kemudian mengembangkan perkara tersebut ke dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Hingga kini, KPK telah menyita sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut dengan nilai sekitar Rp 150 miliar.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bahas Ijazah Gibran, PKS: Sejak Awal Gabung Koalisi Kami Sampaikan Akan Jadi Mitra Kritis
• 10 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa Demo Lagi Hari Ini
• 7 jam lalu
0
thumb
100 Hari Menjabat, Kepala BGN Tutup Permanen 2.000 Dapur MBG Tak Layak
• 4 jam lalu
0
thumb
BGN Bakal Kembangkan Marketplace Loka MBG: Buat Mendistorsi Inflasi
• 2 jam lalu
0
thumb
Komisaris PND Anshar Dorong Penguatan GCG untuk Dukung Program 3 Juta Rumah
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.