Masmindo Dwi Area Bekali 147 Warga Luwu dengan Keterampilan Industri dan Pertambangan

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, LUWU — PT Masmindo Dwi Area (MDA) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Luwu, khususnya masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah operasional Awak Mas Project, Kecamatan Latimojong.

Melalui program MATAPPA Academy, perusahaan tambang tersebut telah membekali 147 peserta asal Luwu melalui dua angkatan pelatihan vokasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan, kompetensi, dan kesiapan masyarakat lokal memasuki dunia kerja, terutama di sektor pertambangan dan industri pendukung lainnya.

Program tersebut menjadi bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang pendidikan yang dijalankan MDA melalui kolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Luwu, Balai Latihan Kerja (BLK), serta sejumlah lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi.

Dua angkatan pelatihan yang telah dilaksanakan menghadirkan materi berbeda sesuai kebutuhan industri. Angkatan pertama diikuti 71 peserta melalui pelatihan vokasi bertajuk Jaga Masa Depan. Peserta mendapatkan pelatihan di bidang perhotelan, tata boga, mekanik otomotif, teknisi pendingin udara (AC), dan teknisi listrik.

Selanjutnya, angkatan kedua diikuti 76 peserta dalam Traineeship Program selama 90 hari. Pelatihan ini berfokus pada keterampilan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan industri, meliputi pengelasan, mekanik fitter, kelistrikan, mekanik peralatan bergerak, serta operator process plant.

Dari 71 peserta angkatan pertama, hampir 90 persen berasal dari desa-desa lingkar tambang dan wilayah sepanjang jalur akses MDA. Peserta terbanyak berasal dari Kecamatan Latimojong. Pada angkatan kedua, masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan juga menjadi prioritas penerima manfaat.

Kolaborasi dengan Pendidikan Vokasi

Pelaksanaan MATAPPA Academy melibatkan sejumlah mitra untuk memastikan peserta memperoleh pembekalan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satunya melalui kerja sama dengan Politeknik ATI Makassar.

Dalam program tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga menjalani praktik teknis. Pembekalan turut mencakup aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pembinaan mental dan fisik.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membentuk calon tenaga kerja yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memahami disiplin kerja, tanggung jawab, dan standar keselamatan di lingkungan industri.

Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, menilai kolaborasi antara lembaga pendidikan vokasi dan dunia industri memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.

Menurutnya, pelatihan yang disertai sertifikasi dapat membantu memastikan keterampilan calon tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

“Melalui pelatihan dan sertifikasi, calon karyawan dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha sehingga kesiapan kerja mereka dapat diukur melalui pengakuan kompetensi yang dimiliki,” jelas Basri.

Peserta dari Berbagai Latar Belakang

MATAPPA Academy juga memberikan kesempatan kepada masyarakat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang beragam untuk mempelajari keterampilan baru.

Salah satunya Raodah Syawal, peserta asal Kecamatan Belopa yang sebelumnya memiliki pengalaman di bidang pemasaran. Melalui pelatihan operator process plant, ia mendapatkan pengetahuan baru mengenai operasional industri pertambangan.

Raodah mengaku, pelatihan tersebut tidak hanya memperluas pemahamannya tentang dunia industri, tetapi juga membentuk sikap kerja yang dibutuhkan di lingkungan profesional.

“Saya tidak hanya mempelajari dasar-dasar operasional industri pertambangan, tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama tim, dan pentingnya keselamatan kerja. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi saya untuk memasuki dunia kerja,” ungkap Raodah.

Pengalaman serupa dirasakan Muh. Adin, lulusan S-1 Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo. Melalui MATAPPA Academy, ia berkesempatan mengembangkan keterampilan di bidang pemeliharaan fasilitas pengolahan atau maintenance processing plant.

Bagi Adin, program tersebut membuka peluang untuk mempelajari bidang yang sebelumnya tidak menjadi latar belakang pendidikannya.

“MATAPPA Academy menjadi jembatan yang luar biasa bagi saya yang awalnya tidak memiliki latar belakang di bidang pemeliharaan mesin. Melalui pembekalan K3 dan praktik teknis di Politeknik ATI Makassar, saya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman untuk mempersiapkan diri berkontribusi di industri pertambangan,” ujar Adin.

Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja Lokal

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Masmindo Dwi Area, Mustafa Ibrahim, menegaskan bahwa pengembangan tenaga kerja lokal merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendorong kemandirian masyarakat.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tidak semata-mata diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam operasional perusahaan. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan warga agar mampu bersaing dan memanfaatkan peluang kerja yang tersedia.

“Bagi Masmindo, pengembangan tenaga kerja lokal bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan, melainkan juga untuk membangun kemampuan dan kemandirian masyarakat. Kami ingin warga Luwu memiliki kompetensi dan daya saing agar mampu memanfaatkan peluang kerja, baik di Awak Mas Project maupun di sektor industri lainnya,” ujar Mustafa.

Melalui MATAPPA Academy, MDA berharap pengembangan Awak Mas Project dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Program pelatihan tersebut juga diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat Luwu untuk memasuki dunia industri, mengembangkan karier, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dengan pembekalan keterampilan yang relevan dan kerja sama antara perusahaan, pemerintah, serta lembaga pendidikan vokasi, masyarakat lokal diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari lingkungan operasional proyek, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengambil peluang ekonomi secara berkelanjutan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Begini Gambaran Kehidupan Masa Depan Robotika ala AiMOGA
• 6 jam lalu
0
thumb
Momen Menlu Singapura Temui Prabowo di Hambalang
• 23 jam lalu
0
thumb
Forum SIBF 2026 bidik investasi senilai Rp450 miliar
• 18 jam lalu
0
thumb
Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis
• 16 jam lalu
0
thumb
Bahlil Sebut Impor BBM Swasta Tetap Dikelola Mandiri, Tak Lewat Lemigas
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.