Berawal dari Tugas Sekolah, Cerita Gempi Jadi Buku Komik, Gisel: Bangga dan Terharu!

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Siapa sangka, tugas sekolah bisa menjadi awal dari lahirnya sebuah karya yang dibaca banyak orang. Hal itu dialami Gempita Nora Marten, putri Gisella Anastasia dan Gading Marten, setelah cerita yang ditulisnya terpilih untuk diangkat menjadi buku komik.

Kabar membanggakan tersebut dibagikan Gisel melalui unggahan Instagram pribadinya. Ia mengungkapkan bahwa karya Gempi berjudul Penghancur Hutan bermula dari tugas Bahasa Indonesia di sekolahnya, Sampoerna Academy BSD.

Cerita tersebut kemudian terpilih menjadi salah satu dari delapan karya anak yang diangkat menjadi buku komik oleh Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK). Gisel pun mengungkapkan rasa bangganya melihat tulisan sang putri mendapat kesempatan untuk diterbitkan.

“Bangga dan terharu!” tulis Gisel dalam keterangan unggahannya.

Menariknya, cerita Penghancur Hutan ternyata sudah dibuat Gempi sejak tahun lalu. Meski ditulis jauh sebelum kondisi lingkungan belakangan ini menjadi sorotan, tema yang diangkat dalam cerita tersebut dinilai relevan dengan situasi saat ini.

“Selain terpilih menjadi judul utama komik kali ini, cerita Gempi yang berjudul ‘Penghancur Hutan’ yang sebenarnya dibuat dari tahun lalu ini terasa relate dengan kondisi lingkungan yang sedang terjadi belakangan, meskipun ceritanya sudah dibuat jauh sebelumnya, dan sebenarnya tidak berkaitan dengan situasi sekarang,” tulis Gisel pada Rabu (28/10/2026).

Terpilihnya cerita tersebut menambah pengalaman baru bagi Gempi dalam mengembangkan kemampuannya. Putri Gading Marten dan Gisel ini sebelumnya juga pernah mencuri perhatian lewat pencapaiannya di bidang musik.

Gempi berhasil meraih penghargaan Artis Solo Anak-Anak Terbaik di AMI Awards 2025 melalui lagu debutnya yang berjudul Ajaib. Pencapaian tersebut menjadi salah satu pengalaman Gempi di dunia kreatif sebelum kini karyanya di bidang menulis mendapat kesempatan untuk diterbitkan.

Jika sebelumnya Gempi menuangkan kreativitasnya melalui musik, kali ini ia menghadirkan ide melalui cerita Penghancur Hutan. Karyanya yang berawal dari tugas sekolah itu pun berkesempatan menjangkau pembaca lain setelah terpilih menjadi bagian dari buku komik KKPK.

KKPK sendiri merupakan seri buku anak dari penerbit DAR! Mizan yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menuangkan ide dan imajinasi mereka melalui tulisan. Terpilihnya cerita Gempi menjadi bagian dari penerbitan ini membuat tugas sekolahnya berkembang menjadi karya yang bisa dinikmati lebih banyak pembaca.

 

Dalam unggahannya, Gisel juga menyoroti pentingnya membaca bagi perkembangan anak, terutama di tengah era digital. Menurutnya, membaca dapat membantu mengasah imajinasi, kreativitas, dan cara berpikir anak-anak, hal-hal yang juga berperan dalam proses menciptakan sebuah cerita.

“Terutama di era digital seperti ini, yg menurutku membaca tetap punya peran yg sangat penting untuk mengasah imajinasi, kreativitas, dan cara berpikir anak-anak,” tulis Gisel.

Bagi Gempi, terpilihnya Penghancur Hutan menjadi pengalaman tersendiri dalam perjalanan kreatifnya. Cerita yang awalnya dibuat untuk memenuhi tugas sekolah itu kini mendapat kesempatan untuk hadir dalam bentuk buku komik dan dibaca oleh anak-anak lainnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Drama KRL Bablas Tak Berhenti di Sudirman Berujung Masinis Diperiksa
• 16 jam lalu
0
thumb
Respons Jokowi soal Elektabilitas Gibran Versi Survei SMRC
• 7 jam lalu
0
thumb
Biadab! Gadis di Bawah Umur Diperkosa Ayah dan Kakak Tiri Berulang Kali, Pelaku Juga Rekam Korban
• 20 jam lalu
0
thumb
Bosan Liburan di Jakarta? Genting Highlands Bisa Jadi Alternatif
• 9 jam lalu
0
thumb
Korsel sebut Korut luncurkan 10 rudal balistik
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.