Berbicara Jalan Surabaya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat tentu tak jauh dari dua hal yakni barang antik dan deretan toko koper. Meski begitu, ada salah satu bisnis unik turut memutar roda ekonomi kawasan tersebut yakni bisnis servis koper.
Letaknya memang berada di belakang toko-toko barang antik dan koper yang berjajar di Jalan Surabaya. Ketika masuk sedikit ke sela-sela toko tersebut, terdapat Toko Berkah Service yang menawarkan jasa perbaikan koper dengan kerusakan apa pun.
Pei (31) yang merupakan seorang mekanik di sana bercerita bahwa toko servis itu bisa mengerjakan berbagai persoalan mulai dari perbaikan roda sampai menambal koper yang bolong.
“Di sini kita terima servis roda, handle, troli, resleting, nambal juga, kan. Hampir bisa semua, tergantung kopernya. Rimowa, Delsey, Samsonite, segala macam, dari yang biasa sampai bermerek bisa kita kerjakan lah,” kata Pei ketika ditemui kumparan di Berkah Service di Jalan Surabaya, Jakarta Pusat pada Kamis (29/10).
Pei mengatakan biaya servis angkanya cukup beragam. Dari yang termurah mulai Rp 100 ribuan untuk mengganti atau servis roda sampai Rp 500 ribuan tergantung kerusakan dan ketersediaan suku cadang di pasaran.
Ketika kumparan melihat isi toko, memang toko tersebut dipenuhi banyak suku cadang mulai dari roda, troli, handle, resleting sampai TSA Lock.
Dari sisi peminat, Pei menjelaskan bisnis servis koper memang cukup cuan. Rata-rata seharinya ia bisa mengerjakan 10 koper.
“Kalau lagi ramai bisa 10 lebih, ramainya di Sabtu-Minggu. Karena momennya customer itu, kan, Sabtu-Minggu. Tanggal merah (kita) buka,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan momen-momen liburan seperti Lebaran atau Nataru memang cukup membawa berkah bagi bisnis servis koper.
“Lumayan lah kalau mau liburan, karena orang, kan, persiapan, ngecek-ngecek dulu (barang bawaan), kayak mobil lah intinya kalau mau jalan-jalan, lumayan sih. Depan pun juga ramai, koper-koper (toko koper di pinggir Jalan Surabaya), karena orang juga tahu tempat nyari koper selain di mal, ya, Jalan Surabaya,” kata Pei.
Sedangkan terkait proses pengerjaan, Pei menjelaskan biasanya waktu pengerjaan sangat beragam. Mulai dari yang bisa ditunggu pengerjaannya sampai yang harus ditinggal menginap. Biasanya, koper yang harus ditinggal menginap memiliki kebutuhan spare part yang harus dicari terlebih dahulu.
Untuk pemasaran, saat ini Pei menggunakan media TikTok maupun Instagram. Di samping itu, menurutnya banyak pelanggan yang tahu lokasi toko dari Google Maps. Bahkan, beberapa kali ada pelanggan yang memang langsung datang ke toko dari bandara ketika mengalami masalah dengan kopernya.
“Banyak juga sih yang ke sini dari bandara, tahu-tahu rodanya hilang lah, trolinya patah, handle-nya patah, ada aja (kejadian). Kalau yang sudah tahu di sini langsung, tapi yang belum tahu biasanya Googling dulu nyari-nyari,” ujarnya.






Komentar (0)