Singapura Panggil 10 Perusahaan yang Diduga Terkait Karhutla, Ini Isi Pertemuannya

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Singapura mengumpulkan 10 perusahaan yang diduga terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (kathutla).

Singapura Panggil 10 Perusahaan yang Diduga Terkait Karhutla, Ini Isi Pertemuannya. (Foto: BNPB)

IDXChannel - Pemerintah Singapura mengumpulkan 10 perusahaan yang diduga terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (kathutla).

Dalam pertemuan yang digelar pada Rabu kemarin, ke-10 perusahaan berkomitmen untuk mendukung investigasi yang dilakukan otoritas Singapura.

Baca Juga:
Prabowo Bertemu Menlu Singapura di Hambalang, Bahas Apa?

Pertemuan itu dihadiri Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong, Menteri Senior K Shanmugam, dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Grace Fu.

Perusahaan-perusahaan yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Bumitama Agri, First Resources, Golden Agri-Resources, Indofood Agri Resources, Kencana Agri, TSH Resources, Wilmar International, dan Sinar Mas Group.

Baca Juga:
Isi Pertemuan Prabowo dan Menlu Singapura di Hambalang, Bahas Apa?

Penasihat senior Sinar Mas Group, Bernard Tan, juga mewakili Asia Pulp & Paper Company dan Asia Pulp & Paper Company (China).

Pemerintah Singapura berencana merevisi Undang-Undang Polusi Kabut Asap Lintas Batas pada sidang parlemen berikutnya, sehingga perusahaan yang tidak mendukung investigasi akan dianggap melakukan pelanggaran.

Baca Juga:
Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura Berpotensi Tekan Margin MEDC dan PGAS

“Saya akan membuat amandemen terhadap Undang-Undang Polusi Kabut Asap Lintas Batas pada sidang parlemen berikutnya untuk memberikan kerangka kerja ini kekuatan hukum. Perusahaan yang tidak mematuhi akan dianggap melakukan pelanggaran. Kami akan menggunakan wewenang kami untuk melindungi kesehatan warga Singapura,” kata Fu kepada wartawan setelah pertemuan, dilansir dari CNA pada Kamis (29/10/2026).

Shanmugam, yang merangkap jabatan sebagai menteri koordinator keamanan nasional dan menteri dalam negeri, menyambut baik kesediaan perusahaan untuk bekerja sama. Mereka akan menghadapi penilaian atas operasi, hubungan perusahaan, dan rantai pasokan mereka untuk menetapkan apakah mereka berkontribusi terhadap kebakaran.

 "Kabut asap disebabkan oleh kebakaran," kata Shamnugam kepada perwakilan perusahaan. 

"Kebakaran disebabkan oleh praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab. Itu bukan fenomena alam," katanya.

Setelah pertemuan tersebut, Asia Pulp & Paper dan Golden Agri Resources mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk bekerja sama dengan otoritas Singapura. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMW Passato Tiba di Los Angeles, Siap Tampil di SEMA Show 2026
• 8 jam lalu
0
thumb
Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Buka Akses Pendidikan Gratis bagi 44 Ribu Anak, Gus Ipul: Saya Terharu
• 10 jam lalu
0
thumb
PDIP-PKS Kompak Dorong Isu Ijazah Gibran Dibawa ke DPR: Persoalan Ini Harus Ada Ujungnya
• 12 jam lalu
0
thumb
Kapolda Jambi Perintahkan Tangkap Penyerang Polres Merangin
• 3 jam lalu
0
thumb
Polisi Telah Periksa Ruben Onsu soal Laporan Dugaan Akses Ilegal
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.