CDIA Catat Laba Bersih Rp579,6 Miliar hingga Kuartal III-2026

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDI (CDIA) membukukan laba bersih sebesar USD32,2 juta atau setara Rp579,6 miliar hingga kuartal III-2026.

PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDI (CDIA) membukukan laba bersih sebesar USD32,2 juta atau setara Rp579,6 miliar hingga kuartal III-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDI (CDIA) membukukan laba bersih sebesar USD32,2 juta atau setara Rp579,6 miliar hingga kuartal III-2026. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar USD122 juta atau sekitar Rp2,20 triliun, tumbuh 16 persen secara tahunan.

Sementara itu, EBITDA meningkat 65 persen menjadi USD49,9 juta atau sekitar Rp898,2 miliar. Margin EBITDA tetap terjaga di level 41 persen, didukung kinerja bisnis infrastruktur yang stabil serta peningkatan kontribusi pendapatan berulang dan berbasis kontrak. 

Baca Juga:
CDIA Operasikan Kapal Offshore Elara Dalimbar 1, Perkuat Layanan Maritim

Dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026), Sekitar 80 persen pendapatan berasal dari pelanggan pihak ketiga, sedangkan lebih dari 90 persen pendapatan ditopang kontrak, sehingga memberikan visibilitas pendapatan dan mendukung diversifikasi bisnis.

Perbandingan laba bersih secara tahunan dipengaruhi oleh keuntungan nilai wajar yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu. Kendati demikian, perseroan terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui realisasi investasi dan perluasan portofolio infrastruktur.

Baca Juga:
Anak Usaha CDIA Resmikan Fasilitas Tangki Bitumen, Pasok Material Konstruksi Nasional

Hingga 30 September 2026, seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) untuk investasi kapal telah terealisasi di dalam grup. Sementara itu, penggunaan dana IPO untuk segmen Kepelabuhanan dan Penyimpanan telah mencapai 65 persen. Sejumlah proyek ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027 untuk memperluas kapabilitas operasional dan membuka potensi tambahan pendapatan.

Untuk segmen Air, perseroan meresmikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Krenceng II berkapasitas 600 liter per detik pada Agustus 2026. Fasilitas tersebut memperkuat penyediaan air bagi pelanggan industri dan residensial di Cilegon dan sekitarnya.

Sementara itu, pada segmen Kepelabuhanan dan Penyimpanan, CDI memasuki bisnis penyimpanan bitumen melalui fasilitas berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak yang diresmikan pada Oktober 2026. Fasilitas ini memperluas kapabilitas penyimpanan perseroan sekaligus mendukung kebutuhan material infrastruktur domestik.

Pada segmen Logistik, perseroan memperluas platform maritim melalui penambahan kapal Boreas dan Novah yang masing-masing berkapasitas 9.000 DWT untuk melayani transportasi bahan kimia cair pada rute Tiongkok, Thailand, dan Indonesia. Konsolidasi PT Elpi Trans Cargo (ETC) turut memperkuat kapabilitas kapal tug-and-barge untuk pengangkutan curah kering serta layanan pendukung lepas pantai, termasuk melalui Elara Dalimbar 1, kapal pendukung serbaguna berbendera Indonesia pertama dengan klasifikasi DP Class III.

CDIA juga berinvestasi sebesar USD90 juta atau Rp1,62 triliun untuk kepemilikan 40 persen saham PT Armada Maritim Persada (AMP). Investasi ini memperluas eksposur perseroan pada logistik pertambangan dan pengelolaan pelabuhan, sekaligus meningkatkan diversifikasi sumber pendapatan di sektor transportasi bahan kimia dan industri, pertambangan, minyak dan gas, layanan subsea, energi lepas pantai, serta infrastruktur maritim.

Perluasan bisnis tersebut didukung posisi keuangan yang kuat. Hingga 30 September 2026, perseroan memiliki likuiditas sebesar USD747,9 juta atau Rp13,46 triliun untuk mendukung pendanaan proyek dan peningkatan kontribusi aset baru. Perseroan juga membagikan dividen interim sebesar USD10 jutar untuk semester I-2026, dengan tetap menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung pertumbuhan.

Ke depan, CDI berfokus meningkatkan kontribusi aset baru, mendorong penyelesaian proyek menuju operasi komersial, serta memperkuat basis pelanggan pihak ketiga dan pendapatan berbasis kontrak. Melalui disiplin keuangan dan investasi yang selaras dengan kebutuhan pasar, perseroan berupaya memperkuat posisinya sebagai platform infrastruktur terintegrasi yang mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi di Indonesia serta kawasan.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kabel Semrawut Mau Ditertibkan, Apjatel Ingatkan Risiko Gangguan Internet di Bandung
• 35 menit lalu
0
thumb
Buket buah segar inovasi bisnis unik di Pekanbaru
• 20 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Guyur Stimulus Nataru, Harga Tiket Pesawat Bisa Turun hingga 12 Persen
• 10 jam lalu
0
thumb
Pakar Apresiasi Langkah Polri Tetapkan 20 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla
• 7 jam lalu
0
thumb
Rekaman Video Call Ruben Onsu Dijadikan Bukti di Gugatan Hak Asuh, Sarwendah Beberkan Penilaian Hakim
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.