Toraja Utara: Seorang petugas kehutanan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang 2, Padayya, meninggal dunia setelah tertimpa pohon. Korban meninggal saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran di kawasan hutan lindung Lembang Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu malam, 28 Oktober ketika korban tengah menjalankan misi pemadaman bersama tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan Manggala Agni. Kepergian Padayya menyisakan duka mendalam bagi rekan kerja dan keluarganya.
Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Saddang 2, Aldy, menjelaskan korban tertimpa pohon saat beristirahat di kawasan Poros Karre. Pohon tersebut sebelumnya telah terbakar selama beberapa hari.
“Pada waktu itu dia sementara beristirahat di Poros Karre kemudian tiba-tiba pohon yang sudah terbakar beberapa hari yang lalu jatuh menimpa beliau yang mengenai kepala ya kemudian terkena tangan kiri ya dan kedua kaki,” kata Aldy, Kamis, 29 Oktober 2026.
Baca Juga :
BNPB Minta Pemda Perkuat Pencegahan Karhutla hingga Tingkat Desa
Padayya telah diperbantukan dalam operasi pemadaman kebakaran di kawasan hutan lindung Nanggala sejak 19 Oktober lalu. Saat kejadian, pohon yang terbakar itu tumbang dan mengenai sejumlah bagian tubuh korban, termasuk kepala, tangan kiri, serta kedua kaki.
Rekan-rekan korban segera berupaya memberikan pertolongan dan membawanya ke puskesmas terdekat. Namun, akibat kondisi luka yang cukup parah, Padayya kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Elim untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Ilustrasi-Liang Pongtimban. (OSC Medcom.id)
Meski sempat memperoleh perawatan di rumah sakit, nyawa Padayya tidak dapat diselamatkan akibat luka berat yang dideritanya. Kabar meninggalnya korban saat bertugas membuat rekan kerja dan keluarganya larut dalam kesedihan.
Padayya merupakan aparatur sipil negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui UPTD KPH Saddang 2. Ia meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Jenazah Padayya kini disemayamkan di rumah duka sambil menunggu pelaksanaan pemakaman sesuai dengan adat dan budaya Toraja. (Muhajir Tangkesalu)





Komentar (0)