Emiten yang terafiliasi dengan Sugianto Kusuma (Aguan), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,09 triliun, naik 38,46% dibandingkan Rp785,57 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, penjualan ERAA mencapai Rp63,97 triliun, meningkat 22,17% dari Rp52,36 triliun pada Januari–September 2025.
Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp56,65 triliun dari Rp46,52 triliun. Meski demikian, laba bruto perseroan tetap tumbuh menjadi Rp7,32 triliun, dibandingkan Rp5,85 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, ERAA mencatatkan kenaikan beban penjualan dan distribusi menjadi Rp3,52 triliun dari Rp2,65 triliun. Beban umum dan administrasi juga bertambah menjadi Rp2,30 triliun, dibandingkan Rp2,06 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kendati sejumlah beban meningkat, laba usaha ERAA masih tumbuh 28,93% menjadi Rp2,08 triliun, dari sebelumnya Rp1,61 triliun.
Kinerja perseroan turut ditopang oleh penurunan beban keuangan menjadi Rp451,16 miliar, dibandingkan Rp474,58 miliar pada Januari–September 2025. Secara keseluruhan, laba periode berjalan meningkat menjadi Rp1,25 triliun dari Rp848,75 miliar.
Baca Juga: Indosat Kantongi Laba Bersih Rp4,92 triliun hingga kuartal III/2026
Baca Juga: Laba Antam Melonjak 46% Jadi Rp9,66 Triliun per September 2026
Peningkatan laba juga tercermin pada laba per saham dasar atau earnings per share (EPS), yang naik menjadi Rp69,90 per saham dari Rp49,77 per saham pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset ERAA per 30 September 2026 tercatat Rp31,06 triliun, naik dari Rp28,86 triliun pada akhir Desember 2025. Sementara itu, total liabilitas mencapai Rp19,90 triliun dan total ekuitas sebesar Rp11,16 triliun.
Meski kinerja keuangan tumbuh positif, laporan tersebut belum merinci kontribusi penjualan iPhone 18 Pro Series terhadap pendapatan maupun laba perseroan. Karena itu, besarnya pengaruh produk terbaru Apple tersebut terhadap kinerja ERAA selama sembilan bulan pertama 2026 belum dapat dipastikan.






Komentar (0)