Perempuan di Bawah 30 Tahun Bisa Kena Kanker Payudara, Kemenkes Ingatkan SADARI

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Mengenali perubahan pada payudara sejak dini tetap penting, termasuk bagi yang belum masuk kelompok usia sasaran skrining kanker payudara dari pemerintah.

Perempuan di Bawah 30 Tahun Bisa Kena Kanker Payudara, Kemenkes Ingatkan SADARI. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Kanker payudara masih sering dikaitkan dengan perempuan berusia di atas 30 tahun. Padahal, perempuan yang lebih muda juga bisa mengalami penyakit ini. 

Karena itu, mengenali perubahan pada payudara sejak dini tetap penting, termasuk bagi mereka yang belum masuk kelompok usia sasaran skrining kanker payudara dari pemerintah. 

Baca Juga:
Kemenkes Catat 219.559 Kasus ISPA Imbas Karhutla, 63.711 Di Antaranya Balita

Tim Kerja Penyakit Kanker Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Uswatun Hasanah, M.Epid, menjelaskan bahwa program skrining kanker payudara melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) menyasar perempuan berusia 30–69 tahun.

"Sebenarnya, kalau di program cek kesehatan gratis (CKG), kenapa 30 sampai 69? Karena itu, kasus ini sering terjadi. Maka sebenarnya bagi usia yang di bawah 30 bisa melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) di rumah," ujar dr. Uswatun Hasanah dalam talkshow Every Story is Unique, Every Journey Matters MRCCC Siloam Semanggi, Rabu (28/10/2026).

Baca Juga:
Kemenkes Siapkan Tabung Oksigen dan Konsentrator untuk Puskesmas di Wilayah Karhutla

Bagi perempuan berusia di bawah 30 tahun, Kemenkes menyarankan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI sebagai salah satu cara mengenali perubahan yang perlu diperhatikan.

SADARI dapat membantu perempuan lebih mengenali kondisi normal payudaranya sehingga bisa menyadari apabila terdapat perubahan yang tidak biasa. Pemeriksaan ini bukan untuk memastikan seseorang terkena kanker, melainkan menjadi langkah awal untuk mengenali tanda yang perlu diperiksakan lebih lanjut.

Perempuan sebaiknya tidak mengabaikan perubahan pada payudara, seperti munculnya benjolan, perubahan bentuk atau ukuran, perubahan kulit, atau perubahan pada puting. Jika menemukan perubahan yang tidak biasa, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Selain SADARI, pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS juga dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan. Pemeriksaan lanjutan seperti ultrasonografi (USG) dapat dipertimbangkan sesuai kondisi dan penilaian medis.

Kemenkes memasukkan pemeriksaan kanker payudara ke dalam program CKG yang diluncurkan pada 2025. Program ini bertujuan membantu masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi berbagai penyakit lebih awal, termasuk kanker payudara.

Namun, pelaksanaan skrining masih menghadapi sejumlah tantangan. Di mana belum banyak masyarakat yang berminat mengecek kesehatan payudaranya di puskesmas.

Melalui deteksi dini, Kemenkes menargetkan semakin banyak kasus kanker payudara dapat ditemukan pada stadium awal, yakni stadium 1 dan 2. Dengan begitu, pasien diharapkan bisa mendapatkan penanganan lebih cepat sesuai kondisi medisnya.

Meski program CKG memiliki sasaran usia tertentu, perempuan di bawah 30 tahun tetap perlu mengenali kondisi payudaranya. Apabila menemukan perubahan yang mencurigakan, mereka sebaiknya tidak menunggu hingga mencapai usia sasaran skrining untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemprov Sumut Siapkan Rp13,2 Miliar untuk Renovasi 440 Rumah Tidak Layak Huni
• 11 jam lalu
0
thumb
Wakil Ketua MK Saldi Isra Khawatir AI Lemahkan Daya Saing Generasi Muda
• 10 jam lalu
0
thumb
Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Peringatan Tahunan, Ini Maknanya bagi Masa Depan Indonesia
• 14 jam lalu
0
thumb
GOTO Diproyeksikan Cetak Laba Kuartal III-2026, Fintech Jadi Penopang
• 18 jam lalu
0
thumb
5 Anak Terancam Stunting Terjegal Data BPS, Andre Rosiade Turun Tangan
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.