Bergolak! Iran Tolak Proposal Perdamaian dari AS Via Qatar, Apa Alasannya?

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Iran dilaporkan menolak proposal perdamaian yang diajukan Qatar sebagai mediator dalam upaya terbaru untuk meredakan konflik.

Teheran menilai rancangan kesepakatan tersebut tidak dapat diterima dan menegaskan tidak akan menunjukkan fleksibilitas terkait persoalan program nuklirnya.

Penolakan ini menjadi tantangan baru bagi upaya diplomatik untuk menghentikan perang. Qatar sebelumnya berupaya menjembatani komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat konflik melalui penyusunan proposal perdamaian yang diharapkan dapat membuka jalan menuju kesepakatan.

Namun, harapan tersebut belum membuahkan hasil. Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters, sebagaimana dilansir Middle East Eye, bahwa Teheran tidak dapat menerima isi proposal yang dipresentasikan Qatar.

Pejabat tersebut juga menegaskan bahwa Iran tidak akan bersikap fleksibel dalam persoalan nuklir. Sikap ini menunjukkan bahwa program nuklir masih menjadi salah satu persoalan utama yang menghambat tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang.

BACA JUGA:Dikritik Malaysia-Singapura soal Kabut Asap Karhutla, Dasco: Tak Perlu Tersinggung, Harus Dijawab Kerja Nyata

Qatar mempresentasikan draf proposal perdamaian kepada tim negosiator Iran pada Minggu (25 Oktober 2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya terbaru untuk mencari jalan keluar diplomatik di tengah konflik yang masih berlangsung.

Sebagai mediator, Qatar berupaya membuka ruang komunikasi dan mencari titik temu di antara pihak-pihak yang berkonflik. Peran mediator menjadi penting karena perbedaan kepentingan, tuntutan keamanan, serta persoalan nuklir membuat proses negosiasi tidak mudah dilakukan.

Namun, tanggapan Iran menunjukkan bahwa rancangan yang diajukan belum mampu memenuhi posisi Teheran.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan bahwa proposal tersebut tidak dapat diterima. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menunjukkan fleksibilitas dalam isu nuklir.

Penolakan itu belum serta-merta berarti seluruh jalur diplomasi telah tertutup. Akan tetapi, perbedaan sikap mengenai program nuklir berpotensi memperpanjang proses negosiasi apabila tidak ditemukan kompromi yang dapat diterima oleh pihak-pihak terkait.

Hingga informasi yang tersedia, belum dijelaskan secara terperinci bagian mana dari draf Qatar yang paling ditolak Iran.

Karena itu, belum dapat dipastikan apakah hambatan utama terletak pada persyaratan nuklir, ketentuan penghentian perang, atau aspek lain dalam rancangan kesepakatan tersebut.

BACA JUGA:Koneksi STY-JOHN HERDMAN Mengagumkan! Wonderkid Timnas Gabung Klub Norwegia, Talenta Baru Bermunculan

Persoalan nuklir menjadi salah satu titik krusial dalam upaya mengakhiri konflik. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance sebelumnya mengatakan bahwa Iran harus mengurangi pengayaan uranium sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri perang.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menbud ajak hidupkan semangat Sumpah Pemuda dengan rawat budaya
• 20 jam lalu
0
thumb
Mendikdasmen Bocorkan Kado HGN 2026, Guru Non ASN Bisa Ikut CPNS 2026
• 23 jam lalu
0
thumb
Mencekam! Puting Beliung Terjang 4 Kecamatan di Jombang, Ratusan Rumah Rusak
• 41 menit lalu
0
thumb
Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026, Berkat Kembangkan Inovasi Transformasi Digital
• 21 jam lalu
0
thumb
Mutasi di Polres Pekalongan Kota: 6 Pejabat Strategis Resmi Diganti
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.