BNPT Sebut Anak di Sejumlah Daerah Terpapar Paham Radikal, Didoktrin dari Game Online

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan keterangan, di Bandarlampung, Rabu (28/10/2026). (Sumber: Dian Hadiyatna/Antara)

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.TV -Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan telah melakukan intervensi dan pendampingan bagi anak yang dinilai terpapar paham radikal di sejumlah daerah.

Kepala BNPT Eddy Hartono menyebut pihaknya mendapati anak di sejumlah daerah terpapar paham radikal. BNPT karena itu melakukan penanganan serta pendampingan.

"Kami bersama unsur terkait telah melakukan penangan dan pendampingan terhadap anak-anak di sejumlah daerah yang terpapar paham radikal," kata Eddy Hartono di Bandar Lampung, Rabu (28/10/2026).

Eddy mengatakan, anak yang terpapar paham radikal umumnya mengalami masalah seperti perundungan dan persoalan keluarga. Kondisi tersebut membuat anak rentan terdoktrin.

Baca Juga: 9 Anak di Sleman Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Ekstrem, Pemkab Lakukan Rehabilitasi

Menurut Kepala BNPT, fenomena radikalisasi di ruang digital menyasar anak-anak melalui komunitas daring, game online, hingga media sosial.

"Tentunya kondisi tersebut membutuhkan penanganan terpadu, termasuk penguatan pendampingan terhadap anak dan pengawasan terhadap penyebaran konten yang mengandung intoleransi, radikalisme, serta terorisme," kata Eddy dikutip Antara.

"Perkembangan tersebut menjadi perhatian karena jaringan terorisme memanfaatkan interaksi di ruang digital untuk membangun kedekatan dengan anak sebelum mengarahkan mereka ke kelompok tertutup dan memberikan doktrin radikal."

Lebih lanjut, Eddy mengatakan interaksi anak di ruang digital dapat menimbulkan dampak positif dan negatif. Dalam kondisi tertentu, jaringan teroris dapat memanfaatkan ruang digital untuk mendekati anak-anak yang rentan.

Kelompok yang terafiliasi dengan ISIS, misalnya, kata dia, dapat menyebarkan materi kepada anak-anak yang berisi pandangan intoleran serta menolak demokrasi.

"Maka dari itu, kami bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memblokir atau membatasi pemanfaatan game online, termasuk Roblox, sebagai salah satu ruang interaksi yang berpotensi disalahgunakan untuk menjangkau anak-anak," kata Eddy.

Baca Juga: Kemendikdasmen: Adiksi Game Online Dapat Tingkatkan Risiko Anak Terpapar Ekstremisme

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • anak terpapar paham radikal
  • bnpt
  • paham radikal
  • game online
  • paham radikal dari game online
  • jaringan teroris
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perlahan Pulih, Jalur Aceh Timur-Gayo Lues Dibuka Kembali Usai Longsor
• 1 jam lalu
0
thumb
Mentan Amran Bongkar Dugaan Mafia Beras 600 Ton, SPHP Disulap Jadi Premium
• 59 menit lalu
0
thumb
Jelajahi Pesona Negeri Sakura, Liburan Impian di Jepang Tanpa Rumit
• 11 jam lalu
0
thumb
5 Cara Menjaga Kesehatan Payudara, Mulai dari Pola Hidup hingga Deteksi Dini
• 23 jam lalu
0
thumb
Industri F&B Semakin Tumbuh, KRISTA InterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara! Intip Keseruannya Beauty
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.