JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di 14 provinsi pada periode 28-30 Oktober 2026.
Masyarakat di wilayah tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dan angin kencang.
Berdasarkan unggahan terbaru BMKG di Instagram pada Rabu (28/10/2026), wilayah yang berstatus siaga meliputi Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Kamis 29 Oktober 2026: Waspada Hujan Petir di 5 Kota
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @InfoBMKG.
Hujan Lebat di Sumatra Dipengaruhi Dinamika AtmosferBMKG menjelaskan, hujan sedang hingga sangat lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer.
Fenomena tersebut meliputi aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Mixed-Rossby-Gravity yang aktif di Sumatra bagian utara, sirkulasi siklonik di Teluk Thailand, serta daerah belokan angin dan konfluensi di ketiga provinsi tersebut.
Dalam infografik yang diunggah, BMKG mencatat curah hujan harian pada Selasa (27/10/2026) mencapai 37 milimeter di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, 131 milimeter di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, dan 97 milimeter di Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat.
Angka tersebut masing-masing berasal dari pengamatan AAWS Kutacane, Pos Hujan Turangi Lama, dan Pos Hujan Sei Langsat.
BMKG juga memperbarui informasi mengenai Siklon Tropis ARNAB dan Bibit Siklon Tropis 90B yang terbentuk di Teluk Benggala.
Baca Juga: BMKG Prakirakan Potensi Awan Cumulonimbus 29 Oktober-4 November 2026, Ini Daftar Wilayahnya
Siklon Tropis ARNAB terbentuk pada 26 Oktober 2026, sedangkan Bibit Siklon Tropis 90B terbentuk pada 27 Oktober 2026.
Menurut BMKG, kedua sistem tersebut tidak berdampak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di Indonesia.
Karena itu, peringatan hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia perlu dipahami berdasarkan informasi cuaca dan dinamika atmosfer yang dijelaskan BMKG, bukan semata-mata dikaitkan dengan keberadaan kedua sistem siklon tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang serta mengikuti informasi terbaru dari kanal resmi untuk mengetahui perkembangan kondisi cuaca di masing-masing wilayah.
Baca Juga: Warga Diimbau Masuki Peralihan Musim, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem | SAPA SIANG
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, bmkg.go.id
- BMKG
- hujan lebat
- peringatan dini BMKG
- cuaca ekstrem
- Siklon Tropis ARNAB
- Bibit Siklon Tropis 90B






Komentar (0)